Showing posts with label BAD GUY. Show all posts
Showing posts with label BAD GUY. Show all posts

Saturday, April 30, 2011

Bad Guy episode 5



Episode 5 dibuka dengan flashback (which made me a little bit bored, sorry...not intend to ruin the mood haha)



Tae Sung bermobil dengan serampangan dan hampir menyerempet Jae In yang sedang membetulkan tali tasnya. Jae In kesal sekali dan teriak. Tae Sung ternyata berhenti tapi hanya untuk mengajak cewek Jepang untuk melihat yacht-nya. Tae Sung hanya tahu main cewek dengan uang orang tuanya.



Tae Sung dengan mudah (atau karena ceweknya memang gampangan) tidur dengan gadis Jepang itu. Sebaliknya, Jae In masuk ke kamar hotelnya yang sempit dan menelpon Won In. Jae In meminta Won In makan di rumah, tapi Won In lebih suka makan di luar. Jae in mendengar bunyi "pop" dan dia langsung berkata pada Won In, kau minum bir, ya? Won In kaget sekali dan mengira kakaknya pasang kamera di ruangan itu. Jae in berkata, Aku memasukkan bir 2 kaleng di kulkas..awas saat aku pulang akan kuperiksa!



Won In berkata ada tagihan sewa apartemen. Jae In kaget dan Won In berkata apa ia minta pada ibu saja. Jae In melarangnya dan janji ia akan bayar setelah kembali ke Korea. Setelah percakapan selesai, Won In minum birnya juga hahaha ini anak...



Paginya, Tae Sung langsung mengusir teman kencan-nya dan memberinya uang. Tae Sung sudah bosan.



Detektif Gwak dan Lee masih memikirkan kasus Sun Young dan mereka mulai mengolah datanya, jika kekasih Sun Young adalah Hong Tae Sung dari Haeshin grup dan laki2 yang bertengkar dengan-nya sebelum ia meninggal kemungkinan adalah Hong Tae Sung yang diadopsi lalu dibuang oleh Haeshin Grup.



Detektif Lee menyimpulkan jika ia menjadi pria itu (Hong Tae Sung yang dibuang) dan jika Hong Tae Sung dari Haeshin itu membuat wanita yang kusayangi menderita maka aku mungkin juga akan membunuh si brengsek itu, Hong Tae Sung dari Haeshin Grup.



Tae Sung pulang jogging dan ada sekelompok preman Jepang menghadang. Preman itu menumpahkan cat merah ke yacht milik Tae Sung. Tae Sung marah, siapa kalian?? Gadis Jepang itu keluar dari yacht, ia ternyata adalah pacar preman itu.



Gun Wook ada di sekitar dermaga dan sepertinya dia yang sudah menelpon preman itu. Gun Wook dengan santai berjalan pergi.



Preman itu marah karena pacarnya tidur dengan Tae Sung. Tae Sung berkata gadis itu yang merayunya duluan. Gadis itu menyangkal dan berkata kalau baginya, preman itu adalah satu-satunya. Preman itu akan menyerang Tae Sung tapi Tae Sung berhasil mengatasinya, tapi karena kalah jumlah, Tae Sung hanya mendelik ke arah mereka, lalu melemparkan kunci yacht-nya pada preman itu dan melanjutkan joggingnya.



(gila..yacht diserahkan begitu saja, sekilas info ya, harga yacht bisa mencapai USD 6,9 juta! Yang punya GJP itu - waktu di Jeju, seharga USD 1,99 juta)



Jae In mencari undangan ke pesta Kazama sensei tapi tidak menemukannya. Undangan itu ada di tangan Gun Wook. Gun Wook pergi ke hotel tempat Tae Sung menginap dan memberikan undangan itu pada resepsionis, untuk Hong Tae Sung. Tae Sung sempat berpapasan dengan Gun Wook saat habis jogging, tapi Tae Sung tidak mengenalinya.



Tae Sung mendapat undangan itu dan merasa heran, tapi karena bosan, makanya ia hadir juga. Tae Sung akhirnya bertemu Jae in dan membuat Jae In tersinggung, dan kemudian ada orang jatuh ke laut.



Jae In mendesak Tae Sung untuk melompat dan menyelamatkan orang itu. Tae Sung yang teringat kematian Sun Young hampir tanpa sadar juga terjun ke air. Ternyata itu semua umpan, orang yang terjun pertama tadi, sudah diselamatkan dan Tae Sung ditunggu oleh Gun Wook di dalam laut.



Tae Sung berusaha naik ke permukaan, tapi Gun Wook berhasil menarik kakinya dan Tae Sung berhasil menarik kacamata selam Gun Wook sebelum kehilangan kesadaran. Dan tujuan Gun Wook melakukan ini semua masih blurr..



Di Korea, Kedua detektif pergi ke panti asuhan tempat Sun Young dan "Hong Tae Sung" dibesarkan. Ibu Panti Asuhan masih mengingatnya, "Iya seorang polisi membawa anak yang ada di jalan dan anak itu luka parah. Luka di punggungnya parah sekali." Detektif Gwak tertarik, jadi anak itu punya luka di punggungnya? Tapi anak itu tidak tinggal lama di sini. Ia menghilang setelah Sun Young diadopsi.



Anak itu hanya mau terbuka dengan Sun Young, sejak Sun Young diadopsi, anak itu tidak mau di sini lagi. Detektif Gwak ingin melihat foto anak itu, Ibu Panti Asuhan berkata ia punya satu dan mengajak kedua detektif itu ke kantornya. Ternyata saat Ibu Panti membuka buku catatan-nya, foto dan data mengenai Hong/Choi Tae Sung (Gun Wook) sudah dirobek. Detektif Gwak berpikir kalau catatan itu sudah dirobek sejak lama. Apa ada informasi yang lain? Ibu Panti Asuhan berkata kalau Tae Sung pernah sekolah di SD Nanam.



(Menurutku itu yang nyobek Gun Wook. aku lupa film-nya, tapi pernah lihat film Barat scene-nya mirip. Semua data tentang orang itu hilang, ternyata yang nyobek ya orang itu juga, oya, seharusnya data di SD Nanam kalo Detektif Gwak mau mengejar juga harus hilang.)



Tae Sung dan pria yang pura-pura jatuh ke laut itu dirawat dalam klinik kapal. Pria itu orang suruhan Gun Wook, ia bangun dan menyelinap pergi. Tae Sung masih pingsan. Gun Wook sudah ganti baju, ia membuka baju selamnya dan mengenakan baju biasa.



Beberapa saat kemudian, Tae Sung sadar dan membuka matanya, ia tertegun melihat Sun Young yang tersenyum, Tae Sung, kau tidak apa-apa? Aku khawatir. Ternyata bukan Sun Young, itu Jae In.



Tae Sung menanyakan orang yang tadi jatuh, dan Jae in berkata ketika ia masuk orang itu sudah tidak ada. Jae In keluar untuk menemui Nona Yoko. Tae sung ditinggal sendirian dan ia bergelung di tempat tidurnya, memikirkan penyerangan tadi dan ia merasa takut.



Tiba-tiba ada bunyi ponsel, Tae Sung mengambilnya. Itu ponsel Jae In, Tae Sung ingin mematikannya tapi tidak jadi ketika melihat nama si penelepon : Ny. Shin. Tae Sung tidak menjawabnya dan mematikan telp itu. Tapi ia jadi penasaran dan menelepon balik.



Tae Sung menelp Ny. Shin dan tanya apa hubungan-nya dengan Jae In. Ny Shin berkata Tae Sung tidak perlu tahu. Tae Sung menyindir apa Ny. Shin punya putri lain yang dia sembunyikan? Ny. Shin tidak tertarik menanggapi Tae Sung bahkan saat Tae Sung berkata ia sakit (atau arti lain, aku terluka), Ny. Shin hanya berkata dengan dingin, kalau sakit temui dokter. Dan ia tanya apa Tae Sung perlu uang. Pertanyaan ini membuat Tae Sung marah.



Ny. Shin tidak terpengaruh dan berkata ada seseorang yang ia kirim untuk Tae Sung. Tae Sung mendengus dan berkata berapa lama waktu yang Ny. Shin butuhkan agar Tae Sung mengirim balik orang itu. Ny. Shin berkata terserah, lebih cepat lebih bagus, atau mau diambil Tae Sung sekalian, boleh saja.



Kata-kata Ny. Shin terakhir membuat merinding : Lakukan apa yang kau inginkan. Aku tidak peduli apa kau hancur atau tidak dan langsung menutup telp-nya.



Tae Sung menangis. Memang menyedihkan.



Tae Sung keluar dan cari angin. Jae In menyusul Tae Sung dan melihat ada pesta kembang api di luar kapal. Jae In mengaguminya.



Tae Sung tanya apa yang dikatakan seorang ibu kalau anak-anak berkata kalau mereka sakit? Jae in menjawab, sakitnya di mana? Apa sakit sekali? Biasanya ibu-ibu tanya seperti itu. Tae sung menanggapi, ya itu kalau ibu yang sesungguhnya pasti seperti itu.



Jae In menanyakan Sun Young, siapa dia, karena Tae Sung tadi mengigau memanggil nama Sun Young. Tae Sung menjawab, dia orang yang menanyakan hal itu kepadaku. Jae in mengusulkan agar Tae Sung menelpon Sun Young. Tae Sung merasa sangat pedih dan berkata, dia tidak bisa menjawab telp-ku.



Tae Sung merasa dingin, Jae In akan pergi ke dalam untuk mengambil sweater tapi Tae sung justru menarik Jae In dan menyandarkan kepalanya di bahu Jae In. Jae in dengan kikuk berdiri saja di situ. Gun Wook lewat, mengenakan seragam pelayan, dan luput dari perhatian keduanya.



Jae In mundur dan minta maaf karena sudah membuat Tae Sung melompat ke dalam air, dan saat itu Tae Sung langsung menariknya dan mencium Jae In. Jae In marah sekali dan menampar Tae sung lalu melotot padanya karena berani sekali. Jae In pergi.



Tae Sung terpuruk di lantai dek dan kembang api terus meledak di langit malam.



Gun Wook yang membayar preman itu untuk mengerjai Tae Sung memiliki kunci yacht-nya dan dengan santai Gun Wook membersihkan yacht Tae Sung dengan suara Mo Nae terdengar lewat voice mail. Mo Nae berkata, Tae sung itu kambing hitam dalam keluarga, tapi dia bukan orang yang jahat. Dia mungkin justru yang paling pantas dikasihani diantara kami semua. Mo Ne ingin Gun Wook pulang membawa Tae Sung. Mo Ne menunggu Gun Wook.





Gun Wook membersihkan cat di yacht Tae Sung, melihat- lihat yacht, mandi, dan mengelus sulaman Hong Tae Sung di baju2 Tae sung. Gun WOok memikirkan nama itu dan bertanya, "Aku akan dipanggil dengan nama apa?" Gun Wook mengenakan baju Tae Sung dan merasakan sebagai Hong Tae Sung untuk hari itu.



Tapi benar2 hanya sehari itu saja, paginya, Gun Wook sudah berpakaian sebagai Gun Wook lagi dan menemui Tae sung, mengenalkan diri sebagai pegawai baru dengan senyuman : "Senang bertemu Anda, nama saya Shim Gun Wook."



Tae Sung tidak menyukainya (obviously) tapi Tae Sung tetap memperkerjakan Gun Wook sebagai asisten-nya. Jadi Gun Wook mulai memunguti bola tenis saat Tae Sung main tenis, membawakan handuk Tae sung saat ia berenang, dan ikut joging saat Tae Sung joging.



Akhirnya Tae Sung terus terang, baik kalau kau pikir kau bisa tahan denganku, maka kau harus menjalankan misi untukku. Misi pertama, Tae Sung ingin Gun Wook menemukan preman yang menipunya, si penjual obat palsu itu.



Gun Wook menemukannya dengan mudah dan membawa Tae Sung ke apartemen orang itu. Gun Wook berkata akan masuk duluan untuk melihat situasi tapi sebenarnya itu cuma alasan karena Gun Wook harus merancang rencana mereka dulu.



Gun Wook memberi tanda pada orang itu untuk lari dan ia menunggu beberapa detik sebelum mengejarnya. Tae Sung yang melihat keduanya, ikut mengejar, tapi mereka kehilangan orang itu di jalan karena terhalang bis. Gun Wook pura-pura telah terluka dan Tae Sung percaya saja.



Tae Sung menggerutu setelah kehilangan orang itu, bagaimana bisa mereka sudah begitu dekat dan tetap saja tidak bisa menangkapnya. Gun Wook berkata dengan filosofis, "Satu hal mengenai kucing adalah, ia tidak membunuh tikus hanya dengan satu gigitan. Mereka menangkapnya, pura-pura melepaskannya, dan mempermainkan-nya."



Tae Sung tertarik, ia menarik lengan Gun Wook, teruskan..!! Gun Wook meneruskan : Saat mereka bosan, akhirnya mereka membunuh tikus itu dan meninggalkannya di tempat yang bisa dilihat semua orang.



Ini membuat Tae Sung senang dan ia memberikan misi kedua untuk Gun Wook, yaitu mengambil kembali yacht-nya.



Gun Wook sudah selangkah di depan, dia menunjukkan kunci yacht Tae Sung. Gun Wook menjelaskan awalnya ia mencari Tae Sung disana dan melihat beberapa orang asing. Tae Sung minta Gun Wook mengurus yachtnya karena kotor. Gun Wook berkata, sudah bersih.



Tae Sung tertidur di mobil dan mimpi saat akan ditenggelamkan, ia kaget bangun. Gun Wook tanya, apa anda tidak apa-apa? Tae Sung samar2 mengingat penyerangnya dan ia merasa orang itu mirip Gun Wook, Tae Sung minta Gun Wook melihatnya dan ia tanya apa yang dilakukan Gun Wook malam sebelum menemuinya.



Gun Wook menjawab ia tidur cepat karena lelah membersihkan yacht. Tae sung curiga, Gun Wook "terlalu" bagus dalam tugasnya. Tae Sung memberikan tugas ke 3, temukan wanita bernama Moon Jae In, orang yang kerja di galery Ny. Shin dan cari tahu apa yang dilakukannya.





Jae In menemui Ryu Sensei di kediaman-nya. Sebelum Jae In mengenalkan diri, Ryu sensei sudah salah mengira, ia pikir Jae In itu asisten dosen yang bertugas membantunya. Jae In akhirnya ikut saja dan masuk ke ruang seminar Ryu Sensei. Ryu sensei minta Jae In menyiapkan materi seminar. Gun Wook masuk dan Jae In mengenalinya, spontan ia melambai memanggil Gun Wook dengan keras.



Ryu Sensei mengira Jae In pacar Gun Wook. Gun Wook pura-pura tidak mengenal Jae In dan Jae in jadi malu. Saat di mimbar, Jae In mengenalkan diri sebagai Moon Jae In dari DIDIN Art Gallery. Ryu Sensei minta maaf karena ia pikir Jae In asisten dosen. Jae In berkata ia datang untuk topeng kaca. Ryu Sensei mengundang Jae In ke bengkelnya, tapi harus bawa soju Korea. Jae In dengan senang menyanggupinya.







Setelah seminar, Gun Wook mendekati Jae In dan Gun Wook menggoda Jae In lagi dengan minta dipandu tour keliling kampus. Jae In senang karena bertemu Gun Wook dan kagum karena Gun wook bisa dapat pekerjaan di Jepang. Jae In mengajak Gun wook pergi bersamanya, Gun Wook jalan di belakang Jae In dengan melihat tajam ke arah Jae In. (hmm Jae in ini "gangguan" yang tidak terduga ya haha..)



Gun Wook menunggui Jae In membeli tiket kereta ke Gero, Nagoya (lokasi bengkel Ryu Sensei). Dengan sayu Gun Wook tanya, mengapa Hong Tae Sung? Jae in menjawab ringan, Napoleon pernah berkata, kau tidak dihormati karena kau itu baik, tapi karena kereta mewahmu. Tae sung berarti kereta mewah itu.



Jae In menawarkan makan siang bersama, Gun Wook berkata Jae In pergi duluan, dia menyusul karena ada urusan. Gun Wook kembali membeli tiket tujuan yang sama. Sayangnya, Tae Sung menelpon Gun Wook dan tanya apa sudah menemukan Jae In. Lalu Tae sung minta Gun Wook kembali secepatnya. Gun Wook langsung pergi dan meninggalkan Jae In yang menunggunya untuk makan siang.



Jae In menelpon dan Gun Wook minta maaf dan janji akan mentraktir Jae In makan lain kali. Jae In akhirnya makan sendirian.



Gun Wook menemui Tae Sung yang makan di dalam ruangan mewah dengan ditemani beberapa Geisha. Tae sung makan dengan wajah tanpa ekspresi. Gun Wook menungguinya. Setelah Tae Sung selesai makan, ia baru mengijinkan Gun Wook pergi.



Semua terlihat kesepian malam itu, Jae In, sendirian di kota asing. Tae Sung di kamarnya, dan Gun Wook makan ramen sendirian di warung (coba Naruto muncul, pak..aku pesan 3 mangkok! pasti sobatan deh ama Gun Wook)



Tae Ra berlatih anggar dengan pelatih-nya dan ia sangat hebat hari itu sampai sang pelatih kalah. Pelatih memuji Tae Ra. Tae Ra lalu mendapat telp dari seseorang, sepertinya dari suaminya. Suami Tae Ra menunggu di rumah.



Keesokannya, Tae Sung mengikuti Jae In di stasiun kereta dan Jae In tidak terlalu suka melihat Tae Sung. Tae sung mengejek Jae In yang sepertinya ingin menggaet pria kaya malam itu. Sebaliknya Jae In menuntut Tae Sung untuk minta maaf karena peristiwa ciuman itu. Tae sung mengelak karena ia merasa sudah ditampar Jae In.



Penjual Obat yang membuat Tae sung kesal itu tiba2 muncul dan mengejek Tae sung dari seberang rel. Tae sung kesal dan akan mengejarnya, dan ia hampir saja tersambar kereta, untung Jae In segera menariknya. (ya, ini pasti percobaan pembunuhan dari Gun Wook lagi). Kemudian berandalan itu menghilang, apa itu tadi cuma imajinasi Tae Sung?



Jae In sadar ia masih memegang lengan Tae Sung dan langsung melepaskannya. Jae In pergi dan duduk di ruang tunggu. Tae Sung menyusulnya dan mengenalkan diri sebagai Hong Tae Sung. Jae In kaget tapi masih ragu, Jae In masih mengira Tae sung bukan "Hong Tae Sung" yang itu. Jae In naik ke kereta duluan.



Tae sung juga naik dan duduk di samping Jae In. Gun Wook naik juga plus barang2 bawaan Tae Sung. Tae Sung memberi isyarat (agar pura-pura tidak kenal) dan Gun Wook duduk sendiri agak jauh dari mereka.



Gun Wook melihat keluar jendela dan ia ingat saat-saat terakhir Sun Young. Gun Wook mencoba meraih tangan Sun Young tapi gagal dan terlihat betapa Gun Wook menderita karena kematian Sun Young (sepertinya kematian orang tua plus anjingnya terulang lagi karena kematian Shun Young, kasihan juga, luka lama blom sembuh langsung dapat luka baru.)



Gun Wook terlihat kesal saat melihat Tae sung dan Jae In yang duduk berdua, dan memutuskan untuk mengganggu sedikit. Gun Wook bangkit dan mendekati mereka, Jae In kaget tapi senang melihat Gun Wook. Jae In mengundang Gun Wook duduk dengan mereka.



Jae In akrab sekali dengan Gun Wook dan menganggap sepi Tae Sung. Tae Sung pura2 tidur tapi dalam hati kesal, bagaimana mereka bisa saling kenal?



Jae In pergi sebentar cari minuman. Tae Sung langsung tanya bagaimana kau bisa mengenalnya? Gun Wook menjawab, Dia kenal dengan Mo Ne. Gun Wook menawarkan untuk menjodohkan Tae Sung dengan Jae In, tapi Tae Sung berkata yang paling penting adalah mencegahnya mendapatkan topeng kaca untuk membuat kesal Ny. Shin. Kau pura2 tidak tahu saja.



Jae In datang dengan minuman, ternyata ia hanya membelikan untuk Gun Wook saja. Keduanya lalu bercakap-cakap dengan akrab, Tae sung mencuri pandang ke arah keduanya dan merasa tidak senang. Tae sung ikut nimbrung pembicaraan mereka dan Jae In langsung protes, kenapa kau memotong pembicaraan kami, urus saja urusanmu sendiri.



Akhirnya Gun Wook membuka perkenalan, Aku Shim Gun Wook. Tae Sung menjawab, aku Hong Tae Sung. Gun Wook menggoda Jae In, dia Hong Tae Sung dengan penuh arti. Jae In kesal dan menyenggol Gun Wook, kau mau mati ya? Gun Wook geli. Tae Sung tidak suka karena merasa tersisih.



Setelah sampai di stasiun, Tae Sung dan Gun Wook tidak bisa ke bengkel Ryu Sensei bersama, karena mereka pura2 tidak kenal maka Tae sung hanya berkata datanglah jika aku minta dan dia pergi.



Jae In muncul dan lega karena Tae Sung sudah pergi. Keduanya pergi bersama ke hotel. Jae In sempat heran melihat betapa banyaknya koper Gun Wook. Resepsionis hotel sempat mengira mereka pasangan pengantin baru. Gun Wook mempersilahkan Jae In memesan kamar duluan. Ini membuat Tae Sung bisa ke bengkel Ryu Sensei mendahului Jae In.



Tae Sung menemui Ryu Sensei dan berkata ia menggantikan Moon Jae In mengambil topeng kaca. Ryu Sensei tidak peduli dengan keterangan Tae Sung, ia hanya perhatian dengan soju Korea mahal yang dibawa Tae sung. Ryu Sensei langsung mengantar Tae sung mengambil topeng kaca itu.



Jae In tiba beberapa saat kemudian, dan ia dengar dari salah satu staf kalau Ryu Sensei pergi dengan pembeli topeng kaca.



Jae In mengejar tapi Ryu Sensei dan Tae sung sudah masuk ke mobil dan pergi. Jae In menyusul dengan taksi dan ketika mobil berhenti, Jae in kaget melihat Tae sung keluar bersama Ryu Sensei. Tae Sung dan Jae In saling berdebat memperebutkan siapa yang berhak membeli topeng kaca itu. Saat keduanya masih berdebat, Ryu Sensei sebal dan masuk ke dalam mobil. Ryu Sensei pergi meninggalkan keduanya sendirian.



Detektif Lee pergi ke SD Nanam dan tanya pada Kepala Sekolah, ia mencari seorang anak bernama Hong Tae Sung yang kemungkinan dipindah ke sekolah lain. Kepala Sekolah berkata akan mencari catatan-nya dulu. Detektif Gwak menunggu sambil duduk di ayunan SD.



Gun Wook membereskan barang2 Tae Sung di kamar hotelnya. Lalu kembali ke kamarnya sendiri. Gun Wook duduk bersandar sambil memainkan pemantik apinya. Mo Ne menelepon lagi, kali ini Gun Wook mengangkatnya, Halo.



Mo Ne mengeluh mengapa selalu dirinya yang menelepon duluan dan dengan riang bercerita dan bicara ini itu. Gun Wook membiarkan ponselnya lepas dari pegangannya dan bersandar ke dinding, menghela nafas panjang dan membiarkan Mo Ne terus bicara...



Bad Guy episode 4

Gun Wook, Jae In dan Mo Ne akhirnya duduk bersama. Jae In senang sekali karena merasa ia berhasil membuat sesuatu yang baik, membuat "kakak-beradik" itu bertemu, mengingat hubungan keluarga mereka yang setahu Jae In tidak terlalu baik. Jae In bahkan berkomentar kalau Gun Wook dan Mo Ne itu mirip.





Gun Wook melihat ke arah Mo Ne yang langsung menunduk, Apa..kami mirip? Jae in membenarkan, ia bahkan mengusulkan untuk mengundang Tuan Uhm juga (woi lady..you're just too far..). Jae In tanya apa "TAe Sung" sudah bertemu Tuan Uhm. Gun Wook mengiyakan dan berkata kalau Uhm adalah pria yang akan menikahi Mo Ne.



Mo Ne tidak tahan lagi dan tanpa berpikir langsung berkata, Kak! Aku..Kak aku tidak akan menikah dengan Tuan Uhm. Aku sudah berkata pada ayah kalau aku ingin menikah dengan mu. Bukan orang lain, tapi kau!



Jae In kaget apa maksud Mo Ne, siapa kakak yang dimaksud? Mo Ne terus saja berbicara pada Gun Wook bahwa ia tidak akan melepaskan Gun Wook dan mohon agar Gun Wook mengangkat telp-nya. Mo ne juga minta maaf pada Jae In kalau sebenarnya ia bohong waktu itu. Orang itu bukan kakaknya tapi adalah pria yang dicintainya, "Dia adalah orang yang kucintai, Shim Gun Wook. Maafkan aku."



Jae In kaget dan kemudian marah, ia sudah ditipu mentah2 oleh pria ini. "Jadi selama ini kau bohong padaku bahwa kau bukan Hong Tae sung?" Gun Wook menjawab dengan dingin, kalau ia tidak bohong, Jae In-lah yang "berpikir" ia adalah Tae Sung dan Gun Wook tidak berniat membenarkannya karena Jae In sepertinya ingin aku ini benar2 adalah Tae sung, jadi ia ikut saja. Jae In marah besar. Gun Wook hanya menertawakan-nya.

Jae In : Apa yang lucu? Kau senang? Laki-laki ini benar2 brengsek! Jae In langsung pergi. Mo Ne bingung dan Gun Wook permisi mengejar Jae In.



Gun Wook menarik lengan Jae In (KDrama manhood ..) yang langsung dikibaskan oleh Jae In. Gun Wook hanya berkata kalau Jae In yang memulai duluan, Gun Wook terus terang, ia tahu Jae In mengikutinya, sengaja menumpahkan kopi, sengaja memberi kartu nama agar ditelp, dsb. Jae In yang memulai, jadi mengapa ia marah.



Jae In mengatakan semuanya, ia marah karena ia pikir Gun Wook benar2 Tae Sung putra ke-dua grup Hae shin. Gun Wook tanya, jadi karena aku bukan Hong Tae sung, kau merasa jadi korban?



Jae In marah, tapi sebenarnya ia lebih marah pada dirinya sendiri, dan ia juga mengingatkan Gun Wook agar tidak mendekati Mo Ne dengan motif yang sama. Gun Wook menasihati Jae In agar berhenti, berhentilah sampai disini. Jae In dengan keras kepala menolaknya, "Who the hell are U?"



Hong Tae Ra menatap cermin dan teringat kata-kata Gun Wook ketika di restaurant. Tentang cinta pertama. Ia baru sadar ketika ponselnya bunyi, dari Ibunya. Ibunya ingin Tae Ra menemuinya. Saat akan pergi, Tae Ra melihat rambut yang rontok di meja dan ia berkata tajam pada pembantunya, aku tidak suka melihat rambut tercecer disini, tolong lebih teliti kalau beres2. Tae Ra pergi (bad hair memory ya..)



Gun Wook ada di training center untuk stuntman film, dan Kak Jang masuk, ia bingung dan heran juga sedikit ketakutan dan bercerita mengenai misteri apartemen-nya yang tiba2 bersih. Semua stuntman lain ikut2 menebak, siapa kira2 yang melakukannya, mereka menebak dari mulai "wanita siput" (kaya legenda Joko Tarub, Nawang Wulan kayanya) sampai nenek tetangga.



Gun Wook tidak tahan dan tertawa, dan berkata ia tahu siapa yang melakukannya, dengan nada menggoda Gun Wook berkata dia sangat cantik dan lucu. Sutradara Action Jang jadi penasaran.







Ny. Shim duduk bersama Tae Ra, ia mengusulkan agar putrinya itu kembali ke perusahaan kalau So Dam mulai sekolah. Tae Ra setuju, ia ingin bekerja di hotel atau dept. store. Tae Ra menyinggung Tae Sung, Aku tidak tahu apa yang dipikirkan anak itu. Tae Ra kemudian bertanya tiba-tiba, Ibu, apa ibu pikir anak itu akan baik2 saja?



Ny. Shim tidak mengerti siapa yang Tae Ra maksud. Tae Ra mengatakan, itu anak yang dulu tertukar dengan Tae Sung. Ny. Shim tidak senang dan tidak ingin Tae Ra mengungkit masalah itu. Tae Ra berkata, ia terkadang ingat anak itu dan jika anak itu adalah Tae Sung apa semuanya akan berbeda?



Won In bertemu Gun Wook lagi, dia langsung menagih 1000 Won-nya. Gun Wook justru memain-mainkan korek apinya di depan Won In dan mengagetkan-nya. Lalu pergi. Won In terus mengikuti Gun Wook dan berkeras agar Gun Wook mengembalikan 1000 Won-nya (astaga padahal cuma Rp 10 ribu, tapi lumayan sih buat anak sekolah, ice cream MacD 2). Saat keduanya berjalan, ponsel Gun Wook berdering lagi. Won In otomatis tanya, si tali? Gun Wook memberikan ponselnya lagi pada Won In.



Won In langsung mencabut baterainya. Lalu menyusul Gun Wook.



Gun Wook dan Won In duduk di halte bus, Won In mengira "tali" ini adalah rentenir. Gun Wook hanya memberi isyarat dengan matanya ke arah gedung Haeshin. Won In salah paham lagi, ia pikir Gun Wook pernah kerja di kantor itu dan dipecat lalu punya tagihan credit card sehingga suka mengambil uang anak-anak sekolah. Hahahaha...bravo Hwang Ji ni...



Gun Wook menunjuk keatas, di sana..orang bisa mendaki gedung itu dengan menggunakan tali-tali. Tapi kebanyakan tali itu rapuh, dan aku punya "tali" terakhir...



Won In "mengerti" ahh..jadi kau pinjam uang dengan si Tali? Won In menggenggam tangan Gun Wook dan memberikan semangat. Gun Wook harus kerja agar bisa mendapatkan uang. Won In memberi semangat pada Gun Wook yang tertawa geli.



Jae In menghapus no ponsel Gun Wook dari ponselnya. Ia kesal sekali.



Di rumah keluarga Hong, Tuan Hong mulai menyinggung masalah Gun Wook. Jadi Shim Gun Wook yang disukai Mo Ne? Baik, aku akan menemuinya. Ny. Shim kaget apa maksud suaminya. Kata Tuan Hong : Jika kau tidak ingin membuang orang, kau harus membuatnya jadi milikmu, jadi kau tidak akan kena masalah.



Jae In mencoret-coret bukunya sambil melamun di rumahnya (ini habitnya Jae In), Won In datang dan merasa kakaknya aneh, ia bahkan mengambil buku sketsa Jae In, tapi Jae In tetap mencoret-coret lantai, sampai Won In teriak dan Jae In sadar dari lamunan-nya. Apa?



Sambil membersihkan coretan di lantai, Won In menghibur kakaknya dan berkata dengan penuh filosofis, Jangan khawatir, sebuah tali akan diberikan padamu dari langit. Jae In bingung, tali??



Someting about her is really look my mom hahaha...peace Mom ^_^


Gun Wook duduk di pinggir DIDIN Art Museum, galery tempat Jae In kerja yang juga milik Ny. Shim. Ny. Shim datang dan penjaga menyambutnya. Ny. Shim melihat Gun Wook dan merasa tidak suka, sesaat keduanya bertatapan dan Ny. Shim memerintahkan penjaga untuk memperketat penjagaan.



he looks rather mad here :)



Tuan Hong minta sekretarisnya memanggil Gun Wook, ia ingin menemuinya.



Seorang teman lama Gun Wook tanya padanya, mengapa Gun Wook sangat tertarik dengan Haeshin Grup. Dan Gun Wook menjawab dengan filosofi ikan salmon yang kembali ke sungai tempat ia menetas saat musim panas (biasanya untuk bertelur lagi dan dalam perjalanan itu, ikan salmon banyak menderita dan resikonya mati.), tapi kalau sungai itu tidak ada lagi, salmon itu ingin tahu mengapa tiba2 hilang? Gun Wook ingin Haeshin grup tahu arti dari kehilangan sesuatu (identitas). Teman-nya tanya, kau ini sebenarnya siapa, siapa namamu sebenarnya? Gun Wook menjawab, ia juga tidak tahu siapa dirinya.



Sekretaris Presdir Hong menelpon dan minta Gun Wook datang besok jam 2 siang di Haeshin Grup. Gun Wook setuju.



Keesokannya, ketika siap akan berangkat, Gun Wook memandangi foto keluarga Hong, dengan dirinya saat masih ada di keluarga itu dengan pandangan pahit. Gun Wook akhirnya bertemu Tuan Hong.

Gun Wook diantar ke ruangan Presdir Hong dan ia kembali teringat kenangan saat kecil. Presdir Hong menggendongnya dengan penuh kasih sayang dan memanggilnya : Tae Sung.



Presdir Hong berbalik menghadap Gun Wook dan Gun Wook mengenalkan diri. Selamat siang, saya Shim Gun Wook. Presdir Hong minta Gun Wook duduk dan ia berkata, ia terkesan dengan latar belakang Gun Wook. Ternyata Gun Wook diadopsi keluarga Amerika dan diberi nama Gun William Till. Gun Wook lulus dari Boston University dengan MBA degree wow..impressive.



Presdir Hong merasa Gun Wook sangat familiar baginya dan ia senang, Gun Wook satu almamater dengan-nya, bahkan bidang studi Gun Wook juga menarik, Enterprise Trust (wow..he's truly prepared). Tuan Hong tanya apa tujuan Gun Wook ke Korea. Gun Wook menjawab ia ingin mencari keluarganya. Tuan Hong mengerti, ya itu bagus, dan ia tertarik untuk merekrut Gun Wook dan menawarkan satu pekerjaan untuknya.



Gun Wook keluar dan ia melihat Jae In dan Kyo Han (mantan-nya), Gun Wook tidak sengaja menengar percakapan mereka dan ia tahu itu pasti mantan Jae In. Jae In bertemu Kyo Han untuk urusan bisnis seni dan Kyo Han terus merayu Jae In (hei ini bukan Kim Sam Sun kan..). Gun Wook mendekat dan langsung merangkul Jae In, dengan santai tanya, Jae In. Siapa dia? Kyo Han heran Jae In sudah punya pacar?



Jae In kesal dan melepaskan rangkulan Gun Wook. Jangan menolongku dengan pura-pura jadi pacarku!



Jae In mengingatkan Kyo Han, ini adalah pekerjaan yang ditugaskan oleh Ny. Shim, jadi sebaiknya jangan membicarakan urusan pribadi di jam kerja. Kyo Han pergi.



Jae In berkata pada Gun Wook, kenapa kau mengganggu? Jangan mencampuri urusanku! setelah berkata itu, Jae In pergi. Gun Wook, menyusul sambil tersenyum.



Jae In mau masuk mobil, tapi Gun Wook masuk duluan dan mengambil kunci di tangan Jae In, menyalakan mobilnya, mesinnya bagus. Jae In marah, keluar!! Gun Wook keluar dan menarik tangan Jae In, membuka pintu passanger seat dan mendudukkan Jae In ke dalam. Lepaskan!! Jae In teriak, Gun Wook tidak peduli dan masuk ke mobil dan langsung menjalankannya.



Gun Wook dan Jae In bermobil sambil diam, lalu membuka jendela membiarkan angin masuk, ia juga mengeluarkan tangannya keluar dan memutar musik dengan keras. Jae In ikut mengeluarkan sebelah tangannya dan mulai senyum, kemarahannya mereda. Mereka berhenti di tepi pantai menjelang sunset (klasik, tapi I don't care as long as it's Kim Nam Gil's scene hahaha)



Di tepi pantai, keduanya berteriak melepas semua emosinya.



oh look...she's so in love...



Tae Ra memberikan kabar bagus untuk Mo Ne. Ayah mereka mulai mempercayai Gun Wook dan mengirimnya ke Jepang untuk membantu Tae Sung dengan bisnisnya, jika Gun Wook berhasil membawa Tae Sung kembali ke Korea, maka Gun Wook boleh menemui Mo Ne, asal..Mo Ne harus fokus pada kuliahnya.



Mo Ne senang sekali, Tae Ra tanya, "Mone, apa kau begitu menyukainya?" Mone mengakuinya, Iya, aku sangat menyukainya seperti listrik statis di musim dingin, aku merasa tersetrum (bwahahaha, speaking about first love). Mo Ne berkata pada Tae Ra, bukankah kau juga merasakannya dengan suamimu? Tae Ra diam saja. (Ngga! Tae Ra merasakannya dengan Gun Wook!)

Gun Wook dan Jae In minum soju dan Gun Wook langsung menebak, motivasi Jae In mendekati putra grup Haeshin pasti untuk balas dendam dengan mantan-nya itu kan?



Jae In tanya apa Gun Wook pernah jatuh cinta dan ia berkata, ia mencintai Kyo Han dengan tulus bahkan berpikir tentang pernikahan hanya saja dia menikah dengan wanita yang kaya dan punya latar belakang bagus. Dia mengakhiri hubungan kami hanya dengan 3 kata, Aku minta maaf. Jae In tersenyum sedih, dia hampir tidak percaya cinta. Cinta itu tak pernah ada.



Jae In tanya siapa namamu tadi? Gun Wook mengeja pelan2, Shim..Gun Wook. Jae in merasa Gun Wook adalah pengalaman paling memalukan yang pernah ia alami. Gun Wook mengeluarkan kotak kecil dan berkata aku memungutnya. Jae In merasa Gun wook ingin memberikan sesuatu, tapi saat dibuka ternyata pena mahal hadiah Ultah Mo ne (yg dibayar dg cicilan 12 bulan, konyol sekali...org kaya sudah punya semuanya ngga perlu hadiah bolpen itu haha..kasih aja permen gulali aneka bentuk dia pasti akan terheran2 karena ngga pernah makan ^_^)



Jae In : Ternyata benar, kau memungutnya?

Jae In bingung, dimana? Oh Jeju...stuntman? Kau stuntman itu? Kau yang mencekik leherku? Jae In baru sadar dan ia baru mengenali Gun Wook, kau benar2 berbeda. Gun Wook hanya tertawa geli. Keduanya tertawa geli dan bersulang soju.



Mereka kembali ke pantai dan Jae In tertidur di mobil. Gun Wook berdiri di luar memandang pantai lepas dan ia memandang ke arah Jae In. (Jae In ini gangguan dalam rencana Gun Wook)



Saat Jae In pulang ke rumah, Won In mencium bau alkohol, ia tanya, tapi Jae In berkilah itu urusan orang dewasa. Jae In berkata pada Won In, ia harus ke Jepang karena Ny. Shim minta ia mencari topeng kaca (benarkah topeng kaca? Kim Nam Gil berjodoh dengan topeng kaca, dg topeng yang berbeda maka kepribadiannya akan berbeda juga..nice..), jika Jae In berhasil maka ia akan jadi karyawan tetap di galery. Won In minta oleh2. Kakaknya setuju.



Detektif Lee melaporkan hasil penyelidikan-nya pada Detektif Gwak. Lee belum juga menemukan HP Shun Young. Detektif Gwak berkata, pria yang terlihat bertengkar dengan Shun Young itu mungkin mengambilnya. Atau seseorang, selidiki itu.





Gun Wook menyiapkan baju untuk pergi ke Jepang dan sebuah HP pink jatuh, Itu Handphone Sun Young. Gun Wook teringat kejadian waktu itu, Gun Wook mengejar Shun Young dan memanggilnya Kakak!



Sun Young minta Gun Wook membantunya, Sun Young ingin mengatakan semuanya dan siap mengirim sms. Gun Wook menghalanginya, dan mereka rebutan Handphone. Gun Wook sempat membentak Shun Young, apa kau gila!!



Sun Young menangis dan memeluk Gun Wook, "Tae Sung..apa yang harus kulakukan..Tae Sung." Gun Wook memegang wajah Sun Young dan memohon agar Sun Young tidak memanggilnya Tae sung, jangan panggil aku Tae sung..





Gun Wook memandangi HP Shun Young, lalu mengeluarkan cincin (Kim Nam Gil and the ring!) dan melihatnya dengan sedih. Jae In menelpon-nya, membuat Gun Wook tersadar. Jae In mengeluh karena penanya macet, ini pena mahal. Gun Wook dengan kalem berkata kalau tidak suka kembalikan saja padanya. Jae in menutup telp dengan sebal.



he's so captivated by the ring



Gun Wook sempat bersembahyang di altar Sun Young. Terdengar suara orang dan Gun Wook cepat2 pergi, ternyata Detektif Gwak. Pengurus berkata ada pria yang barusan datang, saat Detektif Gwak masuk, ia melihat dupa yang masih baru terbakar, ia langsung memburu keluar tapi tidak ada orang hanya ada seseorang yang bersepeda motor dengan kencang menjauh dari situ.





Gun Wook siap akan berangkat dan ia memandang foto Hong Tae sung dengan penuh kebencian lalu pergi.



Keluarga Hong kumpul, dan Ny. Shim tanya apa Gun Wook sudah berangkat? Tae Ra membenarkan. Tuan Hong berkata terserang ia tidak peduli Gun Wook berhasil membawa Tae Sung atau tidak. Ny. shim minta Tae Ra menyiapkan study Mo Ne ke luar negeri secepatnya. Tuan Hong berkata ia menyukai Gun Wook, anak itu terlihat pintar hanya seperti menyimpan rahasia.



Dalam pesawat, Gun Wook menyobek foto Hong Tae Sung. Jae In ternyata juga dalam pesawat yang sama. (well..skenario mengharuskan ketiganya ke Jepang kan? haha)



Ternyata di Jepang, hidup Hong Tae sung kacau, ia suka main pachinko, terlibat perkelahian dan babak belur, dan suka teriak2 marah2 sendiri. Ia terlihat sedih dan kesepian. Gun Wook sudah menemukan Tae sung (cepat juga..bakat jadi agen interpol nih orang) dan membuntuti Tae Sung diam-diam.



Malam-malam, Gun Wook bertemu dengan preman dan memberikan uang padanya. Preman itu pergi. Ada pengemis tua yang tidur di situ dan mengemis pada Gun Wook. Gun Wook dengan dingin berkata, Tuan, ada orang yang mengatakan jika kau ingin uang kau harus kerja keras. Pengemis itu berkata ia bisa melakukan apa saja kalau dikasih uang. Gun Wook tersenyum dan berkata, lalu apa kau mau membunuh orang untukku?



Tae Sung terbujuk untuk membeli obat (baca: narkoba) yang bernama special T. Dan Tae sung kejaring razia polisi Jepang. Di kantor polisi, Tae Sung berkata pada pengacaranya, untuk melakukan apa saja ia tidak peduli, mau deportasi atau penjara, asal tidak dipulangkan ke Korea!



Ternyata Tae Sung dibebaskan karena obat yang dikonsumsinya bukan narkoba, tapi cuma vitamin saja. Tae sung bukannya lega justru marah pada preman yang sudah menipunya.



Jae In keliling Jepang untuk mencari Ryu Sensei, seniman topeng kaca. Salah seorang staf Tuan Ryu memberikan undangan pada Jae In, yaitu pesta yang diadakan oleh teman Tuan Ryu, yaitu Kazama sensei.



Tae Sung melihat preman itu dan lari mengejarnya. Ia tidak sengaja menabrak Jae In dan membuat barang2nya jatuh berserakan. Tae sung hanya berhenti sebentar tapi langsung lari lagi. Jae In kesal karena ternyata tali tasnya juga lepas. Jae In pergi tapi ia tidak sadar undangan ke pesta Tuan Kazama ketinggalan dan seseorang memungutnya. (siapa lagi..Gun Wook lah..masa Naruto?)



Kedua detektif kita mengawasi apartemen Shun Young dan mereka melihat orang yang mencurigakan, karena ia lari saat akan ditanya. Mereka berhasil menangkap pria itu dan memeriksa ID-nya, ternyata namanya Kim Hyung Shik, Lee : Namanya bukan Tae Sung. Hyung shik kaget, kalian mengenal Tae sung?



Detektif Gwak berkata aku polisi (aneh, dah nangkap blom ngenalin ID, kalo Chris Tucker sudah teriak: LAPD!!) dan tanya apa hubungan Hyung Shik dengan Shun Young. Hyun shik heran dan tanya apa Tae sung masih menjalin komunikasi dengan kakak? Hyung shik berkata lagi, mereka berdua dulu ada di panti asuhan yang sama. Giliran kedua detektif itu yang bingung, apa? Hong Tae sung yatim piatu? Bukankah dia putra Haeshin Grup?



Hyung shik menjawab, kudengar dia diadopsi oleh Haeshin grup tapi justru ditelantarkan. Kedua detektif mulai menemukan sesuatu.



Jae In akhirnya menghadiri pesta Kazama sensei di sebuah kapal pesiar (tanpa undangan? ah ..pasti minta lagi, skip the logic), staf Ryu Sensei, nona Yoko mengenalkan Jae In pada Kazama sensei dan dikatakan sebagai utusan Haeshin grup. Ternyata Ryu sensei tidak datang.



Tae sung ada juga dalam pesta itu dan ia mengamati Jae In. Tae Sung mendekati Jae in dan keduanya untuk sesaat saling menyapa dalam bahasa Jepang, sampai Jae In keceplosan bicara bahasa Korea dan keduanya sama2 tahu kalau mereka orang Korea.



Jae In merasa familiar dengan suara Tae sung. Tae Sung ingin mengajak Jae In pesta di kapal pesiar dengannya. Jae In menolaknya, Tae sung yang tidak biasa bicara dengan sopan santun langsung berkata, kau ini bukankah datang ke pesta ini untuk mencapai sesuatu? Jae In tersinggung (biarpun setengah benar, well how to marry a millionaire? First, be on their parties what else?)



Jae In tersinggung dan pergi. Tiba2 dia melihat orang "jatuh" ke laut. Jae In spontan melemparkan pelampung. Tae sung mendekat, ada apa? Jae in teriak: Tolong!! ada orang jatuh. Jae In mendorong Tae sung untuk menyelamatkannya. Tae sung sejenak ragu, tapi ia ingat rasa bersalah atas kematian Sun Young dan ia hampir tanpa sadar langsung melompat ke laut.



Orang-orang langsung keluar dari kapal.



Di dalam laut, Tae sung menyelam mencari orang itu, tapi tidak menemukan siapapun. Tae sung akan naik lagi ketika tiba2 seseorang dengan baju menyelam ingin mencekiknya dari belakang. Keduanya bergulat dalam air dan Tae sung ditarik ke bawah oleh orang itu. Tae sung sempat melepas kacamata selam orang itu and finally we know..that's Gun Wook..



It's Gun Wook...