Showing posts with label REFRENSI UMUM. Show all posts
Showing posts with label REFRENSI UMUM. Show all posts

Wednesday, November 17, 2010

Air mancur ajaib di kuil Budha (Korea selatan)

Sekitar satu setengah jam berkendara dari Seoul, Korea Selatan, adalah Gunung Sorak yang indah menenangkan. Wilayah Gunung ini menawarkan pemandangan yang memukau dan sejumlah jalan pendakian untuk pencinta alam, dan di kaki gunung terdapat berbagai macam kuil Buddha dari berabad-abad. 

Berikut adalah beberapa foto pemandangan dari kaki gunung, menampilkan lanskap hijau yang lebat, warna warni patung penjaga (kiri, baris ketiga) dan air mancur ajaib (kanan, baris kedua). Pastikan untuk datang kembali minggu depan karena kami akan membawakan lebih banyak foto-foto tersebut, kali ini dari puncaknya Gunung Sorak! 

Mungkin anda ingin berdarmawisata yang terasa beda di korea..?? COBA SAJA DATANGI..!! nanti cerita-cerita yah.... !

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film Anak-Anak


Artikel ini cermin dari yahoonews... "sebagai refrensi"
Siapa pun yang sudah melahap habis tujuh buku Harry Potter pasti tahu bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows memiliki mood paling gelap dibanding enam buku sebelumnya. Sepertinya mood ini berhasil dipertahankan sutradara David Yates dalam adaptasi filmnya. Sepanjang film, nuansa gelap dan muram sangat terasa, mulai dari tone warna, dialog, hingga musik scoring. Sulit dipercaya bahwa sembilan tahun yang lalu seri film ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.


Sulit dipercaya bahwa 9 tahun yang lalu seri ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.

Tentunya film dibuat lebih "gelap" bukan tanpa alasan. Di seri sebelumnya (Harry Potter and the Half-Blood Prince), film diakhiri dengan kematian Albus Dombledore. Maka The Deathly Hallows dimulai dengan memperlihatkan kekacauan dunia sihir dan dunia muggle sepeninggal Dumbledore. Kementrian Sihir diambil alih Death Eater (alias Pelahap Maut), muggle dan penyihir "berdarah lumpur" ditangkap dan dibunuh, bahkan demi melindungi keluarganya, Hermione sampai harus menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya.

Kalau itu masih kurang "muram", di 30 menit pertama sudah ada satu tokoh yang tewas, dan satu lagi yang terluka parah. Bahkan pesta pernikahan Bill Weasley dengan Fleur Delacour pun tak berhasil menciptakan suasana suka cita di kediaman keluarga Weasley.

Dari situ, fokus film berpindah pada petualangan Harry, Ron, dan Hermione mencari dan menghancurkan horcrux. Horcrux adalah jimat berisi potongan jiwa Lord Voldemort -- seluruhnya berjumlah tujuh buah -- yang jika semuanya berhasil dihancurkan, tamatlah riwayat Sang Pangeran Kegelapan. Tentunya mencari horcrux bukan hal yang mudah, karena tak ada satu pun dari mereka yang tahu apa bentuk horcrux-horcrux tersebut. Dan jika sudah berhasil ditemukan pun, tak ada yang tahu bagaimana cara menghancurkannya.


Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin berani
Situasinya makin rumit karena kali ini tiga sekawan penyihir 
ini tak mendapat bantuan sama sekali dari pihak luar, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Harry dkk terpaksa tinggal di tenda, berpindah-pindah tempat supaya tak mudah terlacak. Maklum saja, wajah Harry sudah tersebar di seluruh penjuru kota dalam selebaran bertuliskan 'Wanted'. 

Masalah juga timbul saat Ron -- yang diam-diam jatuh cinta pada Hermione -- merasa cemburu dengan kedekatan Harry dan gadis pujaannya. Beban Ron di perjalanan ini memang tak ringan. Bukan saja merasa tersisih dari Harry dan Hermione yang sering menghabiskan waktu bersama, Ron juga tak pernah melepaskan pendengarannya dari siaran radio gerilya. Radio ini tak memutarkan musik, melainkan memberi informasi tentang siapa saja penyihir yang dinyatakan hilang, dan siapa saja yang terbunuh.

"Aku mendengarkan untuk memastikan nama Ginny, Fred and George, atau ibuku tak disebut," ujar Ron saat Harry memintanya mematikan radio.

Heart-breaking, isn't it?
Tapi jangan khawatir, di tengah segala kesedihan dan ketegangan film, kita masih akan dibuat tertawa dengan humor-humor khas Harry Potter. Pengocok perut paling utama tentu saja adalah Ron, yang dari dulu dikenal suka melontarkan pernyataan-pernyataan konyol. Belum lagi usahanya memikat hati Hermione yang bukan jadi romantis tapi malah mengundang tawa. 

Lalu jika Anda masih membayangkan Harry dkk sebagai bocah-bocah imut siswa sekolah Hogwarts, hapuskan imej itu dari pikiran Anda. Daniel Radcliffe kini berusia 21 tahun, Rupert Grint -- pemeran Ron -- sudah pernah melakukan adegan sex di film Cherry Bomb (2009), sedangkan Emma Watson... Ah, masih perlukah saya beri tahu seperti apa rupa Emma Watson saat ini?

Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin "berani". Bukan lagi sekadar kecupan di bibir, tapi french kiss panjang dan penuh gairah, yang menampilkan Emma Watson topless.

Jadi jelaslah sudah, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I memang bukan film anak-anak. Logikanya sih, anak-anak SD yang dulu menonton Harry Potter and the Sorcerer's Stone di tahun 2001 pun kini telah beranjak remaja. 

Oh ya, kenapa ada embel-embel "Part I" pada judul film? Tidak lain karena buku terakhir dari seri Harry Potter ini memang diangkat ke dalam dua film. Mungkin terlalu banyak detail yang tak boleh terlewatkan sehingga jika semuanya dimuat ke satu film bisa-bisa durasinya jadi lima jam. Maka berakhirlah Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I pada sebuah adegan yang menampilkan Lord Voldemort. Penonton pun dibuat geregetan dan penasaran karena harus menunggu sambungan ceritanya -- Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II -- yang baru akan dirilis Juli 2011.

Saat saya menyaksikan film ini di pemutaran perdananya di Jakarta, begitu film berakhir, seluruh penonton bertepuk tangan panjang.

Monday, July 19, 2010

Inception" sang pencuri mimpi

Film fiksi ilmiah karya Christopher Nolan yang baru diluncurkan tanggal 16 Juli 2010 ini, Inception, merupakan sebuah film yang menggunakan plot cerita dunia nyata vs dunia maya. Dunia maya yang dimaksud adalah alam mimpi, yang dikatakan saat manusia bermimpi, otak bekerja sampai 20 kali lipat lebih cepat, mengakibatkan 5 menit tidur di dunia nyata serasa 1 jam di dunia mimpi. Sekarang, bayangkan saat di alam mimpi, yang dialami adalah ‘tidur’ dan bermimpi kembali. Ulangi lagi ini di tiap tingkatan alam mimpi, dan akhirnya di tingkat alam mimpi yang paling dalam, dalam waktu semalam bisa berarti puluhan tahun di dalam dunia mimpi!

Begitulah klaim dari Cobb, tokoh utama film Inception ini, yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Diceritakan dalam film tersebut bahwa dalam dunia bisnis, sebuah rahasia dagang, ide atau pemikiran bisa dicuri saat manusia paling lemah, yaitu saat tidur. Cobb awalnya digambarkan sebagai konsultan yang bisa membantu kliennya untuk bisa mempertahankan diri dari pencurian ini di alam bawah sadar, namun ternyata dia sendiri adalah juga pelaku pencuriannya. Dalam aksi terakhirnya, targetnya yang bernama Saito (Ken Watanabe) ternyata menyadari dia sedang berada di dunia mimpi dan bisa menggagalkan aksi pencurian Cobb. Rupanya dari awal Saito sudah mengetahui profesi Cobb dan mencoba keahliannya sebelum dia sendiri menyewa Cobb.

Dalam melakukan aksi pesanan Saito, Cobb dibantu oleh sebuah tim, yang terdiri dari Arthur (Joseph Gordon-Levitt), yang bertugas mencari informasi target; Ariadne (Ellen Page), seorang mahasiswa yang bertugas membuat dunia mimpi sesuai dengan keinginannya; Eames (Tom Hardy), yang bisa menyaru sebagai orang lain di alam mimpi; Yusuf (Dileep Rao), ahli farmasi yang bertugas mengkomposisi obat tidur yang diperlukan agar semua anggota tim maupun target tidur dan masuk ke alam mimpi.

Banyak film yang membahas hal ini sebelumnya, seperti The Matrix karya Wachowski bersaudara, lalu Thirteenth Floor, dan Dark City.


Target yang diinginkan oleh Saito adalah Robert Fischer, Jr., pewaris dari saingan bisnis Saito. Fischer diperankan oleh Cillian Murphy, yang dalam dua film Nolan sebelumnya, Batman Begins dan Dark Knight, berperan sebagai The Scarecrow. Dari tokoh yang menggunakan ramuan halusinasi ke korbannya, kini Cillian Murphy memerankan hal sebaliknya, menjadi korban yang tidur akibat diasupi ramuan obat tidur buatan Yusuf.

Aksi yang dijalankan oleh Cobb dan tim sayangnya tidak berjalan mulus. Selain karena kesalahan Arthur yang tidak mengira Fischer rupanya sudah dibekali dengan latihan mempertahankan diri di alam bawah sadar, istri Cobb yang sudah wafat, Mal (Marion Cotillard) selalu muncul pada saat yang tak terduga dalam alam bawah sadar Cobb, dan sangat mengganggu jalannya aksi.

Sepanjang film, banyak tema yang mengingatkan saya pada film-film lainnya. Hal paling utama adalah dunia mimpi dan kesulitan untuk membedakannya dengan dunia nyata. Banyak film yang membahas hal ini sebelumnya, seperti The Matrix karya Wachowski bersaudara, lalu Thirteenth Floor & Dark City. Lalu ungkapan Cobb, “What's the most resilient parasite? An Idea. A single idea from the human mind can build cities. An idea can transform the world and rewrite all the rules.”, itu mengingatkan pada film V for Vendetta, “And ideas are bulletproof.” Hanya saja, berbeda dengan The Matrix, tokoh Neo yang bisa mengendalikan dunia maya sampai bisa menghentikan peluru, di Inception para tokoh yang ada harus taat pada aturan yang berlaku, tidak bisa sampai mendapatkan kekuatan super.

Teknologi mirip dengan Inception ini menurut saya adalah serial TV Harsh Realm, yang menceritakan sebuah dunia maya buatan militer Amerika berisi ratusan tentara yang mengalami dunia mimpi yang sama, namun dikendalikan oleh simulasi komputer; jadi mirip dengan kendali komputer di The Matrix namun dengan cara masuk ke alam mimpi yang dibantu dengan obat tidur yang masuk melalui infus.

Relasi yang lain yang saya lihat adalah dengan dua film karya Nolan sebelumnya, yaitu Memento dan The Machinist, yang berkisar pada perasaan bersalah yang menghantui pikiran, sampai bisa termanifestasi seakan menjadi nyata. Contohnya adalah munculnya kereta api secara mendadak di tengah lalu-lintas kota, rupanya ini merupakan salah satu manifestasi rasa bersalah yang menghantui psikologi Cobb.

Film Inception ini adalah film aksi, dengan plot fiksi ilmiah, dibumbui dengan misteri. Walaupun masuk kategori film aksi, seperti Memento, film ini bukanlah film ringan. Hanya saja, banyaknya adegan aksi tembak-menembak di dalam film ini terkesan membosankan. Dan karena alur ceritanya tidak ringan, dugaan saya film ini tidak akan sefenomenal dua film Batman karya Nolan sebelumnya. Namun bagi penggemar karya Nolan, terutama yang tidak pusing ataupun bingung setelah menonton The Machinist dan Memento, film Inception ini sangat direkomendasikan.

Friday, July 2, 2010

Harry Potter and the deathly hallows




Kali ini saya ingin menampilkan posting ringkasan cerita dari Harry Potter bagian terakhir, sekaligus Trailernya, film Harry Potter yang terakhir ini sengaja di buat dua bagian yang akan ditayangkan tahun ini sekitar bulan November dan Tahun depan sekitar July, Ringkasan cerita saya ambil dari  (azzizperdana.wordpress), saya sendiri masih penasaran denga ceritannya, maklum belum baca novelnya... tapi sedikit ringkasan saya rasa tidaklah mengapa...!!

Tokoh Yang Mati
  • Harry Potter mati dibunuh Voldemort di akhir cerita, lalu hidup lagi.
  • Alastor Moddy mati di awal cerita.
  • Remus Luppin dan istrinya Nymphadora Tonks mati dalam pertempuran di Hogwart,
  • George Wesley kehilangan satu telinga di awal cerita oleh Snape, saudaranya George mati dalam pertempuran di Hogwart.
  • Sivirus Snape mati dikhianati oleh Voldemort.
  • Dobby mati kena lemparan pisau Bellatrix Lestrange saat menolong Harry Potter. Bellatrix Lestrange kemudian mati dalam duel satu-lawan-satu dengan Mrs. Weasley.
Banyak tokoh lama yang mati sebenarnyanya, misalnya Rufus Scrimgeour, Ted Tonks, Prof. Charity Burbage, bukung hantu Hedwig, Colin Creevy (anak bawah tingkat Harry Potter yang suka motret dan jadi batu di buku ke-2 karena melihat bayangan basilik), dan banyak pelahap maut

Peran Tokoh Lama
  • Ron dan Hermione menemani Harry menghancurkan Horcrux. Mereka akhirnya menikah. Adik Ron, Ginny menikah dengan Harry.
  • Neville Longbottom menggantikan Harry Potter mengomandani Dumbledort’s Army di Hogwart. Saat Voldemort mars ke Hogwart setelah membunuh Harry Potter di hutan terlarang, Neville menantang Voldemort duel. Voldemort menawarkan aliansi kepada Neville karena keberanian dan kemurnian darah penyihirnya. Karena tawarannya ditolak, Voldemort membakar Topi Penyortir yang dipakai Neville. Pada akhirnya Neville menarik Pedang Gryffindor dan membunuh Nagini, sesuai pesan terakhir Harry sebelum mati. Neville kemudian menjadi guru herbiologi di Hogwart.
  • Severus Snape sebagai agen ganda, loyalitas penuh kepada Dumbledore karena ternyata diam-diam mencintai Lily Potter sejak kecil. Dumbledore menyuruh Snape membunuh dirinya karena cepat atau lambat Dumbledore pasti mati akibat kutukan yang diterimanya saat menghancurkan cincin Gaunt. Snape memberikan memorinya kepada Harry Potter saat sekarat, dari sana Harry Potter mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu Horcrux Voldemort.
  • Hagrid memangku tubuh (pura-pura) mati Harry Potter saat Voldemort dan pasukannya melakukan mars ke Hogwart.
  • Aberforth Dumbledore menjadi pemandu Harry Potter kembali ke Hogwart untuk menghancurkan salah satu horcrux yang tersimpan dalam Room of Requirement.
  • Draco Malfoy tanpa sengaja menjadi master Elder Wand setelah merebutnya dari tangan Dumbledore (buku ke-6). Fakta ini tidak diketahui oleh Voldemort yang mengira Snape-lah yang menjadi master Elder Wand. Harry Potter kemudian mengalahkan Draco sehingga menjadi master Elder Wand. Draco diselamatkan Harry Potter dalam dua kejadian dalam buku ini, sehingga Draco akhirnya tidak lagi reseh sama Harry (walau juga tidak ikut bergabung dengan pasukan Dumbledore).
  • Beberapa tokoh lama juga ikut berperan, walau secara massal. Misalnya Arthur Wesley berhasil membunuh Menteri Sihir boneka Voldemort, Pius Thicknese (karakter baru), Profesor Filius Flitwick membunuh salah satu letnan Voldemort, Antonin Dolohov. Profesor McGonnagal beserta guru-guru yang tersisa dan para peri rumah di bawah komando Krecher juga ikut berperan dalam perang pamungkas di mana akhirnya Voldemort mati dalam duel satu-lawan-satu lawan Harry Potter.
Benda sihir yang menjadi sentral cerita
Ada dua jenis item sihir (magical item) yang menjadi sentral cerita. Pertama jelas horcrux, benda tempat penyihir menyimpan sobekan nyawanya. Lanjutan dari buku ke-6, Voldemort menyobek dan menyimpan nyawanya dalam enam benda:
  1. Diari yang telah dihancurkan Harry pada buku ke-2.
  2. Cincin Gaunt yang dihancurkan oleh Dumbledore dengan pedang Gryffindor dan mengakibatkan Dumbledore sekarat mati karena memang sudah memiliki kutukan sebelum dijadikan Horcrux oleh Voldemort. Ini diceritakan di buku ke-6.
  3. Kalung Slytherin yang menjadi tanda keturunan Salazar Syltherin. Kalung ini dijual oleh ibu Voldemort setelah ditinggal pergi suaminya sebelum Voldemort lahir. Terakhir kalung itu dimiliki oleh Hebzimah Smith, seorang keturunan Helga Hufflepuff, sebelum akhirnya dicuri dan diubah Voldemort menjadi horcrux. Ini diceritakan di buku ke-6. Kalung ini kemudian disembunyikan di sebuah goa dekat sebuah danau. Kalung itu kemudian dicuri oleh adik Sirius, Regulus Black, dan dibantu Krecher. Kalung itu disimpan Krecher di rumahnya, dan dicuri oleh Mundungus Fletcher untuk diberikan kepada Dolores Umbrige. Harry, Ron, dan Hermione mengambil kembali dari tangan Umbrige. Harry membuka kalung itu dengan bahasa ular dan Ron menusuknya dengan pedang Gryffindor.
  4. Gelas Hufflepuff yang dicuri oleh Voldemort dari tangan Hebzimah Smith. Voldemort mempercayakan kepada letnannya, Bellatrix Lestrange. Bellatrix menyimpannya di Bank Gringgot. Harry, Ron, dan Hermione berhasil mencurinya dan Hermione kemudian menghancurkannya dengan sisa gigi basilik dari buku ke-2.
  5. Permata Rowwena Ravenclaw yang disimpan di dalam Room of Requirement. Permata tersebut dihancurkan oleh mantera Fiendfyle oleh Crabbe. Ruangan terbakar, Crabbe tewas dalam kejadian tersebut.
  6. Nagini yang kemudian dibunuh oleh Neville.
Karena terlalu sering merobek nyawa, nyawa Voldemort tidak lagi stabil. Saat mantera pembunuhnya gagal membunuh Harry (masih bayi) dan malah balik menyerang Voldemort sehingga tubuhnya terurai habis, nyawa Voldemort terpecah lagi. 

Bagian nyawa yang menempel pada tubuh hidup lepas dari Voldemort dan mencari tubuh yang yang tersisa dalam ruangan itu. Dan cuma ada satu tubuh yang tersisa, yaitu Harry Potter yang masih bayi. Jadi bisa dikatakan Harry punya dua nyawa, satu nyawa adalah Voldemort dan sisanya adalah nyawa aslinya. Voldemort tidak sadar hal ini.

Ketika Harry sadar bahwa dirinya adalah horcrux, dia bersedia berkorban supaya Voldemort bisa dibunuh. Sebelum dia mengorbankan dirinya, Harry berpesan pada Neville untuk mengingatkan Ron dan Hermione membunuh Nagini. 

Voldemort yang tahu bahwa Harry c.s. mengincar horcrux-horcruxnya, segera membentengi Nagini dengan sihinya supaya tidak terbunuh. Sayangnya Voldemort ini terlalu percaya diri. Ketika dia berhasil membunuh Harry, tameng sihir Nagini segera dicabutnya sehingga Neville dengan leluasa membunuh ular tersebut.

Benda sihir kedua adalah deathly hallows, tiga item yang diberikan Kematian kepada tiga saudara penyihir yang berhasil lolos dari kematian (saya juga belum paham benar ini). Tiga item itu adalah:
  1. Elder Wand, tongkat sihir yang tidak akan mungkin kalah dalam duel. Kepemilikan tongkat hanya bisa berganti jika pemilik yang lama dikalahkan dalam duel. Ini yang masih aneh menurut saya, kalau memang tidak bisa dikalahkan, bagaimana caranya bisa berganti kepemilikan? Tapi agaknya tongkat ini tidak mempan dengan mantera Expelliarmus. Dumbledore memiliki tongkat ini sampai kematiannya setelah mengalahkan Grindelwald, raja penyihir hitam pertama sebelum Voldemort. Draco kemudian meng-expelliarmus-kan tongkat ini dari tangan Dumbledort tanpa tahu konsekuensinya. Voldemort mengira Snapelah pemilik tongkat ini karena dialah yang membunuh Dumbledore. Sementara Voldemort berpikir harus membunuh Snape untuk mendapatkan kepemilikan yang sah dari tongkat yang diambilnya langsung dari liang lahat Dumbledore, Harry meng-expelliarmus-kan Draco di Hogwart. Ketidaktahuan Voldemort ini (lagi-lagi terlalu percaya diri) yang mengakibatkan kematian Voldemort.
  2. Ressurection stone, batu yang mengizinkan kita berkomunikasi dan membangkitkan orang mati. Batu ini menjadi hiasan cincin Gaunt yang dihancurkan oleh Dumbledore. Batu ini disimpan oleh Dumbledore ke dalam snitch yang pertama kali ditangkap oleh Harry dalam pertandingan Quiditch sekolah (buku ke-1). Snitch tersebut diberikan oleh Dumbledore sebagai wasiat lewat Menteri Sihir Rufus Schrmgeour. Tapi batu itu kemudian hilang saat Harry dibunuh oleh Voldemort.
  3. Invisible cloack yang dimiliki Harry Potter. Harry ternyata adalah keturunan langsung dari tiga saudara yang mati terhormat tersebut. Berbeda dengan jubah gaib yang lain, jubah gaib dari deathly hollows menyembunyikan pemakainya dari kematian dan juga tidak mempan di sihir dan tidak bertambah umurnya.
Tiga item ini jika dimiliki oleh satu orang maka akan bisa mengontrol kematian itu sendiri. Dumbledore dan Grindelwald dulu pernah hendak mengumpulkannya, tapi Dumbledore akhirnya sadar karena niat mereka tidak benar. Voldemort tidak berniat mengumpulkannya kecuali memiliki Elder Wand karena dia sudah bisa membangkitkan orang mati dan menghilang tanpa bantuan item tersebut.

Secuplik dari kisah Harry Potter buku terakhir, sekian dan terima kasih

Monday, June 14, 2010

The karate kid

Pernah menonton film The karate kid... film yang sangat spesial di saat saya masih kecil meski sebetulnya saya menonton film ini dari salah satu televisi swasta tahun 1990an kalau tidak salah, dan yang ingin saya tulis sebetulnya bukan film karate kid yang dulu, namun film The karate kid yang terbaru yang di bintangi  jacky chan (my favorit) dan jade smith putra dari will smith

Sebenarnya alur cerita Karate Kid anyar ini, hampir sama dengan film Karate Kid yang dirilis pada tahun 1984. Hanya saja, Karate Kid terbaru mengambil China sebagai latar ceritanya. Kisah dimulai dengan Dre Parker (Jaden Smith) yang terpaksa pindah dari Detroit di Amerika menuju China karena sang Ibu (Taraji P. Henson) mendapat pekerjaan di negeri Tirai Bambu itu

Semula Dre sangat menikmati lingkungan barunya itu. Terlebih Dia berkenalan dengan pemain biola yang juga teman sekolahnya, Mei Ying, yang diperankan Wenwen Han. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama setelah dia bertemu Cheng yang diperani Zhenwei Wang, yang jago Kung-Fu. Cheng mulai mengganggu Dre karena kedekatannya dengan Mei Ying. Bisa ditebak, Dre yang hanya pandai menari tapi tak mahir bela diri menjadi bulan-bulanan Cheng dan teman-temannya.

Kemudian Mr Han (Jackie Chan) pegawai apartemen yang ditinggali Dre, membuat kesepakatan dengan Master Li yang diperankan Rongguang Yu, yang juga guru Cheng. Kesepakatan itu adalah Cheng tidak akan mengganggu Dre lagi, asalkan maju di Turnamen Kung-Fu. Perjanjian inilah yang membawa Dre mempelajari Kung-Fu. Mr. Han ingin membuktikan beladiri khas China itu digunakan bukan untuk menyakiti melainkan untuk menolong sesama.

Tapi film arahan sutradara Harald Zwart, hampir sama dengan film sebelumnya. Terlihat bagaimana Dre harus belajar mengenakan dan menaruh jaket pada sebuah tiang. Film sebelumnya pun bercerita bagaimana Mr Miyagi meminta Daniel untuk menggosok mobil. Kegiatan kehidupan sehari-sehari inilah yang menjadi pelajaran penting dalam Kung-Fu.

Kesamaan lainnya adalah pemakaian jurus andalan yang gerakannya awalnya nyaris sama. Jika film sebelumnya adalah jurus Bangau, di film ini memakai jurus ular kobra. Gerakan kedua jurus ini pun sangat mirip. Begitu juga dengan adegan, saat Jackie Chan menangkap seekor lalat tidak menggunakan sumpit, tapi membunuhnya dengan alat pemukul serangga. Mungkin ini plesetan dari adegan film sebelumnya saat Mr Miyagi menangkap lalat dengan sumpit. Tapi plesetan inilah yang membuat penonton tertawa.

Film ini lebih menghibur dari film sebelumnya. Debut Jaden Smith di film ini juga cukup baik. Darah aktor sepertinya telah mengalir dari ayahnya, Will Smith. Belum lagi akting kocak, Jackie Chan menambah segarnya film ini.

Film ini menjadi salah satu tontonan menarik bagi anak-anak, apalagi saat ini tengah libur sekolah. Mahfum, belakangan ini kita jarang punya film  untuk anak-anak yang menghibur di tengah  serbuan film horor berbau porno buatan anak negeri.

Alasan lain karena film ini berhasil berada di puncak box office dengan mengumpulkan keuntungan sebesar US$ 56 juta.

Wednesday, June 9, 2010

Fringe

Masih ingat dengan serial fiksi ilmiah yang menghadirkan 2 agen dari FBI seorang pria dan wanita, yah... The X-files, serial yang sempat sukses, kini serial itu mungkin hanya kan menjadi kenang-kenangan sebab sudah sekian lama film serial bermotif sama seperti itu tidak ada, namaun kini telah hadir serial baru yang nyaris sama bahkan beberapa pakar menyatakan mirip...!! toh setidaknya para penggemar film serial berbau misteri akan terobati dengan hadirnya serial ini, serial apakah itu... Fringe

Fringe adalah sebuah serial TV fiksi ilmiah karya J.J. Abrams bersama Alex Kurtzman dan Roberto Orci. Penggemar serial The X-Files kemungkinan besar akan juga menyukai Fringe ini, karena banyak elemen ceritanya yang mengandung kemiripan, seperti sama-sama merupakan nama sebuah unit dalam FBI, sama-sama mempunyai dua tokoh utama pria dan wanita yang awalnya terlibat secara profesional, namun belakangan terlibat secara romantis. Namun kemiripan yang paling utama adalah kasus-kasus aneh dan sulit dijelaskan yang ditangani oleh tim Fringe ini.

Setelah sekian banyak kesamaan, ada beberapa perbedaan antara Fringe dengan The X-Files. Jika unit X-Files hanya terdiri dari agen FBI Fox Mulder dan Dana Scully (Gillian Anderson), dan menangani X-File, yaitu kasus-kasus yang misterius, tak bisa dipecahkan dan tidak diprioritaskan ditangani, maka Fringe ini terdiri dari sebuah divisi khusus FBI dan dibawah pengawasan Homeland Security Amerika, sehingga dalam hal sumber daya manusia, teknologi penyidikan dan akses, divisi Fringe jauh ebih besar ketimbang X-Files.

Olivia Dunham (Anna Torv) adalah agen FBI yang ditugaskan dalam divisi Fringe, yang baru dibentuk untuk menangani kasus-kasus aneh yang tidak jarang memakan banyak korban jiwa, seperti sebuah pesawat penumpang komersial yang mendarat darurat dan ternyata semua penumpang dan awak pesawat tewas dalam keadaan mengerikan. Kasus-kasus aneh ini diduga kuat adalah akibat dari eksperimen dari suatu kelompok rahasia, dan alih-alih melakukan percobaan di laboratorium, kelompok ini langsung mengadakan percobaan di dunia nyata. Kumpulan kasus ini dinamakan sebagai The Pattern. 


Dari pihak Homeland Security sendiri diwakili oleh agen Phillip Broyles (Lance Reddick), yang juga mengepalai Divisi Fringe. Pada awalnya dia tidak menyukai Olivia, karena di masa lalu Olivia pernah menangkap temannya dalam kasus pelecehan seksual, namun belakangan setelah melihat ketangguhan Olivia dalam menangani kasus demi kasus The Pattern, Broyles berubah pendirian dan mendukung Olivia.

Namun yang menjadi otak utama dari Divisi Fringe adalah Walter Bishop (John Noble). Dia adalah mad scientist, alias ‘ilmuwan gila’ yang bisa memahami dan bahkan menemukan solusi untuk kasus-kasus The Pattern ini. Disebut mad scientist karena pada masa lalu banyak eksperimennya cenderung melanggar etika ilmiah, dan malah banyak kasus yang ditangani ternyata berasal dari eksperimen-eksperimen lalu dari beliau; selain itu, emosi Walter cenderung tidak stabil, akibat mengalami dirawat di rumah sakit jiwa selama bertahun-tahun setelah salah satu eksperimennya memakan korban jiwa. Peter Bishop (Joshua Jackson) adalah anak dari Walter, yang banyak membantu menenangkan kondisi emosional ayahnya.

Awal season pertama Fringe berkutat pada The Pattern, namun menjelang akhir season, fokus mulai bergeser ke dunia paralel. Salah satu eksperimen Walter rupanya sudah sampai pada tahap bisa menyeberang ke dunia paralel, dunia yang mengisi tempat yang sama, banyak hal yang mirip, namun banyak hal yang berbeda. Misalnya teknologi telepon selular digambarkan sudah ada 20 tahun lebih awal, lalu teknologi angkutan udara masih mengandalkan balon Zeppelin, dan yang hancur akibat serangan 9/11 adalah Gedung Pentagon, bukan WTC. Tujuan Walter untuk meneliti tentang dunia paralel ini rupanya dipacu akan kesehatan anaknya yang terus menurun akibat penyakit yang belum ditemukan obatnya, dia berharap bisa melihat Walter versi dunia paralel, yang juga ternyata sedang mencari cara menyembuhkan Peter. Ini menjadi fokus di season kedua Fringe.

Usaha Walter mencari obat untuk penyakit anaknya gagal, dan Peter meninggal. Namun Walter sempat melihat bahwa salah satu eksperimen dari Walter dunia paralel (untuk memudahkan, akan disebut sebagai Walternate) sebenarnya sudah menemukan obatnya, namun perhatian Walternate sedang teralihkan ke seorang Observer (semacam alien yang menguasai dimensi waktu), sehingga Walternate tidak tahu bahwa sebenarnya dia sudah menemukan obatnya. Karena Walter sudah mencatat formula dari obat itu, dan merasa bisa menyelamatkan Peter di dunia paralel, akhirnya dia membuat obatnya dan menyeberang untuk menyelamatkan Peter. Di tengah usahanya menyelamatkan Peter, tempat obat yang dia bawa terjatuh dan pecah, dan berpikir satu-satunya cara untuk membuat obatnya adalah kembali ke laboratoriumnya sendiri di Harvard, akhirnya Walter membawa Peter menyeberang kembali ke dunia Walter.

Dari sinilah ketegangan antara dua dunia terjadi; Walter merasa bersalah karena dia sudah menculik Peter dari Walternate, sementara tindakan Walter menyeberang ke dunia paralel telah membuat kerusakan pada perbatasan antara dua dunia, mengakibatkan dunia Walternate banyak mengalami kerusakan dan dikarantina. Walternate berusaha mendapatkan kembali anaknya, dan di dunia paralel dia menjadi Menteri Pertahanan Amerika, dan memiliki kontrol terhadap Fringe Division di dunia paralel. Fringe Division dunia paralel ini lebih bersifat ke paramiliter, berusaha mencegah kerusakan dari usaha “penembusan batas” antar dunia paralel. Pada akhirnya Peter menyadari bahwa dirinya ternyata berasal dari dunia paralel, dan dia menurut ketika Walternate berhasil menemuinya dan mengajaknya kembali ke dunia paralel.

Walternate ternyata punya maksud lain membawa pulang Peter, membuat semacam senjata yang dia yakini bisa menyelesaikan masalah kebocoran dunia paralel, dan senjata ini hanya bisa dibuat dengan bantuan Peter. Hanya saja tampaknya Walternate tidak menyadari bahwa senjata tersebut akan mengakibatkan kehancuran dari dua dunia ini, dan itu berusaha dicegah oleh Divisi Fringe dari dunia Walter, dengan cara mengambil kembali Peter dari dunia paralel. Usaha mengambil kembali Peter berhasil, namun tanpa diketahui oleh pihak Walter, rupanya Fringe Division pihak Walternate berhasil menukar Bolivia (Olivia di pihak Walternate) dengan Olivia, dan ikut menyeberang ke dunia Walter.

Di akhir season kedua Fringe, digambarkan Bolivia melaporkan kesuksesan melakukan infiltrasi, sementara Olivia yang tertinggal dikurung oleh Walternate di ruangan tanpa cahaya sama sekali. Kelanjutannya di season ketiga akan bisa dilihat sekitar bulan September 2010 ini.

Monday, June 7, 2010

Omar Khayam the Rubaiyat


Judul Buku : samarkand    
Penulis : Amin Maalouf
Penerjemah : Winarsih Arifin
Penyunting : Anton Kurnia
Penerbit : Serambi
Cetakan, Tahuh : I, Januari 2007
Tebal : 514 halaman


Dalam khasanah sastra Timur Tengah, nama Omar Khayyam paling banyak dikenal. Sajak empat baris-nya (kwatrin) atau rubaiyat, telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Omar Khayyam mulai dikenal dalam literatur barat setelah rubaiyat-nya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penyair Inggris Edwad J FitzGerald pada tahun 1859. Sejak itu, Rubaiyat Omar Khayyam menjadi pembicaraan khalayak sastra dari masa ke masa.

Khayam adalah seorang penyair sekaligus filsuf, matematikawan, astronom, ilmuwan dan ahli kedokteran. Ia lahir dan hidup pada abad ke-11. Pada zamannya, Omar menjadi orang yang paling terkenal setelah khalifah. Nizamul Mulk dan Hassan Sabbah adalah nama-nama lain yang menjadi tokoh besar pada zamannya. Nizamul Mulk adalah seorang Wazir Agung, dan Hassan Sabbah adalah kepala sekte pembunuh yang paling terkenal sepanjang sejarah, yang dikenal oleh barat sebagai kaum Hashishin, atau Assassin.

Dalam Samarkand, Amin Maalouf merangkai kisah tentang ketiga orang terkenal itu dalam jalinan kisah yang memikat lewat narasi yang dituturkan oleh Benjamin O. Lesage, seorang orientalis dari Amerika Serikat. Berawal dari pertemuan Omar Khayyam dengan seorang Kadi di Samarkand yang bernama Abu Taher. Pada masa itu, kebebasan berbicara dan berpendapat –termasuk mengucapkan sajak— sangat dibatasi oleh penguasa. Pesan Kadi kepada Omar:


"Kita sedang hidup di zaman kerahasiaan dan ketakutan. Kau harus berwajah ganda, yang satu kau perlihatkan kepada orang banyak, yang lain hanya kepada dirimu sendiri dan Sang Pencipta. Jika kau tak mau kehilangan matamu, telingamu, dna lidahmu, lupakan kau punya mata, telinga dan lidah." 

Maka diberikanlah kepada Omar sebuah buku dengan dua ratus lima puluh enam halamannya yang masih kosong. Setiap kali ada sajak yang tersirat yang hendak terucapkan oleh Omar, Abu Taher menyarankan agar Omar segera menuliskannya di dalam buku itu, dan merahasiakannya kepada siapapun. Buku itulah yang kelak akan menjadi Naskah Samarkand, yang berisi Rubaiyat Omar Khayyam yang tersembunyi selama berabad-abad sebelum buku itu muncul kembali dan menjadi satu karya besar sepanjang masa.

Dalam sebuah perjalanannya ke Isfahan untuk menemui Wazir Agung Nizamul Mulk, Omar bertemu dengan Hassan Sabbah, seorang pelajar yang sangat cerdas. Mereka pun menjadi sahabat karib. Oleh Nizamul Mulk, Omar ditawarkan jabatan sebagai kepala mata-mata, yang akhirnya ditolak oleh Omar. Omar lalu merekomendasikan Hassan Sabbah untuk menduduki jabatan itu, yang dengan segera disetujui oleh Nizamul Mulk. Omar lebih memilih untuk menjadi ilmuwan dan astronom dengan mengamati bintang-bintang di observatorium yang dibangun Nizamul Mulk untuknya dan hidup berbahagia dengan istrinya, Djahan, seorang perempuan penyair istana yang sangat dekat dengan Sultanah.

Keberhasilan Hassan Sabbah dalam menjalankan tugasnya menuai popularitas yang tinggi di kekhalifahan, dan hal ini mengancam kedudukan Nizamul Mulk. Mulailah terjadi konflik dan intrik politik, dengan Omar berada di antara keduanya. Sampai akhirnya Hassan Sabbah terusir dan menjadi pimpinan sekte pembunuh yang bermarkas di benteng Alamut. Keduanya: Nizam dan Hassan beserta pengikut-pengikut mereka saling bermusuhan. Konflik semakin rumit dengan keterlibatan Terken Khatun, permaisuri Sultan Parsi, Maliksyah.

Separuh pertama buku ini adalah kisah kehidupan Omar Khayyam yang direka oleh Amin Maalouf dengan latar Nisyapur, Samarkand, Isfahan dan kota-kota lain di Parsi pada abad ke-11. Separuh terakhir adalah kisah pencarian Benjamin O. Lesage akan Naskah Samarkand yang asli, yang selama berabad-abad tersembunyi dari mata dunia. Dengan latar revolusi yang terjadi di Timur Tengah, kisah bergulir dalam jalinan konflik dan intrik politik, juga kisah cinta yang romantis, menyentuh dan mendebarkan. Kisah cinta tersebut adalah kisah Omar dengan Djahan dan kisah cinta Benjamin dengan Syirin, seorang putri Syah Parsi.

Ketertarikan dan rasa penasaran Benjamin akan keberadaan naskah asli Samarkand yang ditulis sendiri oleh tangan Omar Khayyam telah membuatnya bertualang dari satu kota ke kota lain di Timur Tengah. Peristiwa demi peristiwa dialami Benjamin mulai dari pertemuannya dengan Syirin, sampai bergabung dengan pasukan pendukung demokrasi dalam mempertahankan kota Tabriz dari serangan pendukung Syah Parsi; dari percumbuan dengan Syirin yang penuh gelora, sampai pengepungan dan tembak menembak yang mencekam.

Naskah Samarkand, dalam buku ini hanya sebagai benang merah yang mempertemukan tokoh-tokohnya. Apa sebenarnya yang tertulis dalam naskah tersebut tidak dieksplorasi lebih jauh, hanya beberapa Rubaiyat yang disebutkan dibaca bersama oleh Syirin dan Benjamin dalam beberapa kesempatan. Amin lebih bermain pada wilayah latar yaitu kekhalifahan Timur Tengah pada abad ke-11 dan jatuh bangunnya demokrasi di Parsi pada abad 19 dengan intrik politik dan peristiwa-peristiwa besar pada masa-masa itu.

Meski Naskah Samarkand pada akhirnya terkubur bersama kapal Titanic yang karam dalam perjalanannya mengarungi samudera atlantik pada 14 April 1912, namun kisah Omar Khayyam dan perjalanan Rubaiyatnya tetap menarik, menghibur dan inspiratif. Romantika Omar dengan Djahan dan Benjamin dengan Syirin sangat menarik untuk diikuti. Amin menuturkannya dengan anggun dan elegan, tanpa harus cengeng dan menguras air mata

Sunday, January 24, 2010

SEjarah MOdern CHina dalam balutan sebuah buku

Chiang Kai-shek percaya bahwa kedaulatan china akan di peroleh melalui persatuan nasional , pemerintah yang memahami bahwa perang tidak semata-mata  mengenai integritas teritorial atau kekuatan politik ,di bawah kepemimpinan Chiang , selama seperempat abad , china terlibat dalam revolusi berdarah ,konflik sipil, dan perang melawan agresi militer jepang

Setelah dikalahkan oleh Mao zedong pada tahun 1949 , chiang kai shek melarikan diri ke taiwan dan menjadi pemimpin di sana selama 25 Th, Chiang berhasil membangun bangsa serta memajukan sektor sosial ekonomi dan bla..bla..bla..!! 

seterusnya anda baca sendiri saja sebaba ini hanyalah refrensi buku yang berjudul The Generallissimo : Chiang Kai-shek and the strunggle for modern china dengan penulisan yan gcukup menarik dan sebagian besar isi buku ini bercerita tentang keterlibatan Chiang dalam pertempuran dan perjuangan membangun china modern  dan tokoh perang yang modernis dan neo-konfusius ini wafat pada tanggal 5 april 1975

Monday, January 11, 2010

Refrensi Buku'

Beberapa buku tentang penjualan !! telah saya baca , beberapa diantaranya adalah karya Joe Girard'' buku ini mengupas tentang bagaimana atau kiat-kiat sukses untuk meraih keberhasilan dalam penjualan. Didalam isi buku ini ada beberapa bab yang diantaranya adalah:

  1. Berbicara Bahasa lain
  2. Pengendalian Memori
  3. Mengatakan kebenaran
  4. Kekuatan sebuah janji
  5. Sensasi sebuah senyuman
  6. Menjadi orang yang berhasil

Itulah bagian - bagian  yang  menjadi  bab dari isi keseluruhan. Buku ini di cetak atau di terbitkan pada Tahun 2002 dengan Hak penerbitan  oleh Prestasi  Pustaka dengan ketebalan 163 hal ; 11x19,5 cm buku  ini memiliki  judul asli  ''How to sell yourself'' Dengan judul bahasa Indonesia '' Cara Sukses Meraih Keberhasilan Penjualan'


Buku ini banyak sekali mengupas tentang atau bagaimana cara terbaik saat kita menghadapi calon pembeli dengan dasar-dasar yang mudah dimengerti, apalagi isi buku ditulis dengan metode seperti menceritakan sebuah kisah, sehingga terasa seperti kita membaca sebuah novel atau cerita pendek' namun memberikan  pengertian  kepada  pembaca  untuk mengerti  bagaimana cara yang lebih ampuh untuk menghadapi konsumen

Untuk sekedar di baca saja tanpa di terapkan saya rasa buku ini lumayan  menarik ya.. hitung - hitung buat  menambah  wawasan kita dan buat para pemula  atau  bergerak di bidang  penjualan saya rasa buku ini cukup  bermanfaat.!!