Saturday, April 30, 2011

DONG YI EP 38



Setelah mendengar keputusan Sukjong, Ratu Jang mencengkeram jubahnya. Anak buahnya menangis.



Ny. Yoon terperanjat, bagaimana bisa Sukjong memerintah untuk menurunkan Ratu Jang dan menangis itu tidak mungkin, itu tidak bisa terjadi lalu Ny. Yoon jatuh pingsan karena shock menimpa Yeong Sun yang panik dan berteriak memanggil Tabib istana.



Sukjong melanjutkan : Tapi, dengan mempertimbangkan keadaan Putra Mahkota dan karena Jang Ok Jung adalah ibu kandung Putra Mahkota dan hak itu tidak bisa dicabut jadi menurunkannya dari jabatan Ratu dan menganugerahkan padanya status sebelumnya sebagai Hee Bin, jadi Putra Mahkota tidak akan terpengaruh dengan penurunan ini. Kemudian Ratu sebelumnya, Ratu Inhyeon yang dibuang di tahun Gisa yang ternyata adalah karena tuduhan keliru dan tidak adil, jadi untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah aku perbuat, akan mengembalikan kembali Ratu Inhyeon ke posisi semula sebagai Ratu dan memberikan padanya semua hak dan kekuasaan yang pantas.



Pejabat istana membawa perintah Sukjong ke pondok Ratu Inhyeon, Jung Geum memanggil Ratu Inhyeon yang terkejut. Do Seong ji datang ke pondok Ratu dan membacakan perintah Raja. Do Seong Ji memanggil Ratu Inhyeon dengan sebutan Jung Jong Mama/ Yang Mulia Ratu. Ratu Inhyeon akhirnya sadar apa yang terjadi.



Menteri Jung In Guk mengucapkan terima kasih atas diangkat kembali Ratu Inhyeon sebagai Ratu. Semua mengucapkan terima kasih pada Sukjong.



Do Seong Ji membacakan perintah Sukjong. Ratu Inhyeon berlutut untuk menerima perintah. Pada tahun Gapsul bulan ke 4 hari ke 12 diangkat kembali Yeoheung Min Inhyeon sebagai Ratu. Kemudian Do Seong ji memberikan surat perintah itu pada Ratu Inhyeon, mereka berlutut di depan Ratu Inhyeon dan menghormat serta berseru : Jung Jong Mama!!



Ratu Inhyeon akhirnya menangis haru, akhirnya ia terbukti tidak bersalah. Ratu Inhyeon berseru Cheon Na!



Dong Yi mendengar kalau Ratu Inhyeon sekarang dikawal kembali ke istana. Shim Yun Taek membenarkan, ini semua karena usaha Dong yi. Dong yi berkata bukan seperti itu. Tapi Shim Yun Taek berkeras, memang seperti itu, sebagian besar adalah usaha Dong yi yang mempertaruhkan nyawa untuk membuktikan kalau Ratu Inhyeon tidak bersalah.



Dong Yi juga memuji Shim Yun Taek karena tanpa strategi dan taktik Shim Yun Taek, dia tidak akan mampu bisa melakukan ini.



Di Gyotaejeon, terdengar tangisan yang memilukan dari dalamnya. Semua menangis untuk Ratu Jang. Jang hee bin tanya dimana Jang Hee Jae. Jo Sang Gung berkata kalau Jang Hee Jae akan segera dikirim ke pengasingan. Yeong Sun lapor kalau orang-orang menyerbu rumah Ny. Yoon untuk mengacau dan tidak ada yang bisa menghalangi mereka.



Jo Sang Gung berkata ini sungguh mengesalkan dan tidak adil, mengapa Baginda bisa memperlakukan Ratu Jang seperti ini dan ia menangis.



Di jalan, rakyat berkumpul dalam kelompok-kelompok dan mereka marah. Semua menuju rumah Jang Hee Jae dan Ny. Yoon dan melempari rumah mereka. Mereka menyerbu masuk membuat Ny. Yoon berteriak-teriak. Apa yang kalian lakukan? apa kalian mau mati! Mereka tidak peduli dan mulai menghancurkan barang-barang di kediaman Ny. Yoon.



Ny. Yoon tidak bisa melakukan apa-apa ketika rumahnya dirusak dan bersumpah dia tidak akan melupakan perbuatan mereka padanya, jika dia punya kesempatan lagi, dia akan memberi pelajaran pada mereka, Ny. Yoon yakin dia akan bisa membalas mereka. (hukum tabur tuai tante...ingat kan, dulu situ pernah mengirim orang untuk merusak pondok Ratu Inhyeon?)



Jang Hee Jae diseret ke pembuangan-nya dan berteriak-teriak. Jang Hee Jae berteriak ia ingin bertemu Ratu Jang, sebelum bertemu dengan Ratu Jang, ia tidak akan pergi dari sini. Seo Yong Gi menyuruh Jang Hee Jae tutup mulut. Beraninya kau menyebut Jang Ok Jung sebagai Ratu!



Jang Hee Jae berteriak, aku tidak akan membiarkan ini! Cha Cheon Soo menyuruh anak buahnya segera membawa Jang Hee Jae. Jang hee jae berteriak : Ini belum berakhir! aku akan kembali untuk membalas dendam!



Sementara itu, Jang Ok Jung minta pada kakaknya apapun yang terjadi, aku mohon Orrabuni kau harus bertahan dan ini belum berakhir untuk kita.



Jang Hee jae diarak di jalan dan sepanjang jalan orang-orang berteriak pada Jang Hee Jae. Jang Hee Jae masih teriak2 dan tidak terima perlakuan ini.



Oh Tae Seok juga mendapat laporan kalau Oh Yun akan berangkat ke pembuangannya. Oh Tae Seok menghela nafas, partai kita benar-benar kalah, kita kehilangan banyak sekali orang.



Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang juga jalan ke pembuangan mereka. Sementara Ny. Park menangisi suami dan putranya, apa yang akan kulakukan tanpa kalian. Oh Tae Pung minta istrinya menunggu mereka kembali. Oh Ho Yang masih tidak mengerti apa kesalahan mereka.



Hwang Ju Shik dan Yeong dal melihat keduanya diseret ke pembuangan dan tiba2 Yeong Dal merasa kasihan, kalau dipikir2 mereka itu tidak melakukan apa-apa. Hwang ju Shik berkata ini sangat menyedihkan, mungkin seharusnya waktu itu kita biarkan saja mereka lolos, karena mereka itu juga tidak pintar, Yeong Dal berkata dia tidak tahu apa mereka bisa lari atau justru tertangkap dengan cepat. Hwang Ju shik merasa kedua orang itu pasti akan mengalami kesulitan juga di pembuangan.



Oh Yun juga pergi ke pembuangan. (Ini episode terakhir Choi Chul Ho.)



Seo Yong Gi lapor ke Sukjong, semua tahanan sudah diproses. Yang tinggal hanya Jang Hee Bin yang masih di Daejojeon/kediaman Ratu di Gyeongbokgung.



Jang Ok Jung kembali mengenakan busana Hee Bin-nya dan meninggalkan Daejojeon untuk kembali ke Chwi Seon Dang. (Tidak seperti sejarah aslinya, Jang Ok Jung diseret dari Daejojeon)



Jeong Sang Gung memberi salam, biro penyelidik internal akan mengawal Jang Hee Bin kembali ke kediaman-nya. Tidak perlu kata Jang Hee Bin, dan langsung pergi meninggalkan Gyotaejeon.



Jo Sang gung menoleh ke belakang dan Jang hee bin berkata, jangan lihat kebelakang. Semua melihat prosesi kepergian Jang ok Jung dari Gyotaejeon.



Jo Sang gung merasa kesal, mereka sama sekali tidak menghormati, dia ingin sekali memberi mereka pelajaran. Jang Hee Bin bersumpah pada dirinya sendiri, aku tidak akan melupakan saat ini apapun perlakuan yang telah aku terima.



Sukjong jalan-jalan sambil merenung. Tiba-tiba Dong yi mendekatinya dan berseru, Yang Mulia, anda di sini?

Sukjong terkejut melihat Dong yi.

Sukjong : Dong Yi? keduanya lalu jalan bersama dalam hening.



Sukjong : Apa kau tidak akan bertanya apapun?

Dong Yi : Karena itu akan menyakiti anda, jika anda harus mengatakannya, maka saya pikir lebih baik tidak mengatakan apa-apa mengenai ini, jika anda tidak ingin mengatakan-nya.

Sukjong : Ya benar, jika aku bisa mengatakan masalah ini, aku berharap menutup saja masalah ini selamanya, betapa tidak bergunanya aku sebagai Penguasa, juga banyak kekurangan sebagai pria.

Dong yi : Yang Mulia?



Sukjong : Bukan kesalahan Hee Bin atau yang lain tapi aku yang paling bersalah. Aku dibutakan dan tertutup dari kebenaran sehingga aku sampai menurunkan Ratu Inhyeon lalu mengijinkan Hee Bin menjadi dirinya yang seperti sekarang ini, ini adalah perbuatanku. Tapi jika aku harus membuat keputusan lagi, aku tahu kejahatan Hee Bin tidak bisa diampuni tapi demi Putra Mahkota, aku tidak bisa mengusir ibunya begitu saja dari istana ini.



Dong Yi : Yang Mulia, anda sudah menjernihkan dan membersihkan nama baik Ratu Inhyeon dan anda juga sudah menjaga posisi Putra Mahkota, tapi mengapa anda jadi merasa bersalah. Saya selalu percaya kalau anda membuat keputusan yang tepat demi negara atau keluarga raja. Anda akan mengatasi masalah ini dengan baik dan membuat keputusan yang bijaksana. Yang Mulia, anda selalu yakin dalam bertindak.



Sukjong : Dong yi, keputusan ini mungkin akan mencelakaimu. meskipun aku sudah menurunkan Hee Bin dari jabatan Ratu tapi Hee Bin tetap adalah ibu Putra Mahkota. ini berarti dukungan kekuasaan pada Hee Bin akan lebih kuat dan akhirnya kau akan..



Dong yi : Jadi apa anda berpikir saya akan mengeluh pada anda karena keputusan itu? Apa anda mencemaskan keselamatan saya?

Sukjong : Dong yi?

Dong yi : Tidak Yang Mulia, saya sama sekali tidak takut, apa anda sudah lupa..nama kecil saya adalah Pungsan..

Sukjong tersenyum..

Dong yi : Saya mengerti anda cemas, tapi tolong jangan khawatir Yang Mulia..saya Dong yi..pungsan, apapun yang harus saya hadapi di masa depan, saya akan selalu mendapat kepercayaan anda dan juga saya percaya kalau saya bisa mengatasi kesulitan saya.



Sukjong : Dong Yi?

Dong Yi : Ya Yang Mulia?

Sukjong tertawa dan mengucapkan terima kasih pada Dong yi, kau ini tidak pernah menjawab ya begitu saja, selalu saja berdebat denganku dan terima kasih karena menghiburku. Sukjong tertawa.



Dong Yi bertemu Jeong Sang gung dan heran karena mendapat tugas untuk mempersiapkan kedatangan Ratu ke istana. Dong yi terkejut, mengapa aku? Jung Im berkata saat ini Dong yi adalah yang tertinggi posisinya di Nae Myeong Bu (cie...), peristiwa ini harus dipersiapkan oleh orang dengan posisi tertinggi sementara Ratu Inhyeon tidak ditempat.



Bong Sang gung berkata sebenarnya Jang Hee Bin yang harus melakukannya tapi sekarang kondisinya tidak memungkinkan, maka ia merasa Dong Yi yang lebih baik dalam mempersiapkan ini.



Dong yi tidak terlalu suka kata2 Bong Sang gung, jika Bong Sang Gung masih merendahkan Jang Hee Bin, ia tidak punya pilihan kecuali mengirim kembali Bong Sang gung ke biro penyelidik. Bong Sang gung terkejut dan memohon agar tidak mengembalikannya ke biro. Ia ingin di Boyeong dang selamanya. Bong Sang gung berjanji akan hati2 dalam bicara. Dong yi ketawa, ia hanya bercanda, Tapi jika terjadi lagi maka ia akan benar2 marah.



Dong yi mengingatkan bagaimanapun Jang Hee Bin punya jabatan tinggi di keputren dan minta semua anak buahnya menghormati kedudukan Jang Hee Bin. Dong Yi berkata ia gembira sekali atas kepulangan Ratu Inhyeon ke istana, ia semangat sekali dan tanya apa yang harus ia lakukan.



Daejojeon sibuk menyambut kedatangan Ratu Inhyeon. Dong yi sendiri yang mengawasi semua prosesnya. Dong Yi mengatur dimana meletakkan perabotan dalam kamar Ratu dan sebagainya. Dong yi juga mengatur letak tanaman. Bong Sang gung dan Ae Jung mengeluh mengapa Dong Yi harus turun sendiri melakukan ini, tolong tinggal di kediaman Nyonya saja. Dong yi berkata ia tidak bisa membiarkan semua tanpa diawasi. Ae Jung berkata, tapi hal seperti ini tidak perlu Dong yi yang melakukannya. Dong Yi hanya perlu memerintah saja.



Bong Sang gung dan Ae Jung semakin pusing ketika melihat tangan Dong Yi kotor. Dong yi minta mereka menutup mata mereka untuk sementara, yang seperti ini aku sangat mahir melakukannya ketika masih di biro musik. Ae Jung mengingatkan kalau Dong yi adalah orang yang akan menerima surat masuk keputren. Paling tidak Dong Yi harus melupakan kalau ia dulu pelayan. Dong Yi menjawab bagaimana bisa, dia tidak akan berubah dan tidak pernah malu dengan latar belakang sederhananya. Dong yi semakin bangga dan berkata dulu aku adalah seorang pelayan. Ae Jung dan Bong Sang Gung pasrah.



Dong yi melihat sesuatu dan berkata kalian harus menggunakan kain kering untuk membuatnya berkilau.



Kedua anak buahnya mencoba membujuknya, Jung Im datang dan berkata kalau pasukan militer sudah menjemput Ratu Inhyeon dari pondoknya. Dong yi mengerti dan sangat gembira mendengarnya. Bong Sang gung dan Ae Jung bertepuk tangan.



Hujan baru saja reda. Ratu Inhyeon keluar dari pondoknya mengenakan jubah kebesaran-nya. Sangat megah dan anggun. Seo Yong gi dan Cha Cheon Soo memberi hormat pada Ratu Inhyeon dan mengenalkan diri sebagai petugas Nae Geum Bu yang telah menerima perintah Baginda untuk memberikan pengawalan pada Ratu kembali ke istana. Ratu Inhyeon mengucapkan terima kasih pada Seo Yong gi. Ratu Inhyeon berpaling dan melihat pondoknya sekali lagi.



Seo Yong Gi mengundang Ratu masuk ke dalam tandunya.



Seo Yong gi dan Cha Cheon soo berkuda memimpin barisan rombongan Ratu Inhyeon yang kembali ke istana dalam segala kemegahannya.



Sukjong menanti Ratu Inhyeon di istana. Kasim Han lapor kalau Ratu Inhyeon akhirnya tiba di istana.



Ratu Inhyeon sampai, tandunya diturunkan dan Ratu akan melangkah keluar dari tandu, Ratu melihat sepatu Sukjong mendekatinya. Ratu Inhyeon melihat ke atas dan terharu. Baginda sendiri datang menyambut-nya. Ratu Inhyeon segera menemui Sukjong.



Penampilan Ratu Inhyeon benar-benar sangat anggun. Ratu Inhyeon memberi hormat pada Sukjong : Yang Mulia?

Sukjong : Jung Jong!

Sukjong merasa sangat menyesal dan Ratu Inhyeon menangis. Sukjong menggenggam tangan Ratu Inhyeon dan menghiburnya.

Sukjong : Maafkan aku Ratu, ini semua karena kekuranganku, sampai membuatmu menderita karena tuduhan palsu.

Ratu Inhyeon : Tidak, Yang Mulia, tidak ada yang perlu dimaafkan, sayalah yang harus minta maaf pada anda...



Sukjong menggeleng..

Ratu Inhyeon : ..karena kekuranganku, sehingga saya tidak pernah memberikan dukungan apapun pada anda seperti seharusnya tapi anda memberikan kepercayaan dan perhatian.



Keduanya sama-sama terharu.

Dong yi menunggu dengan gelisah di Daejojeon. Akhirnya kedatangan Ratu Inhyeon diumumkan. Dong Yi berseru memanggil Ratu. Ratu melihat Dong yi yang segera menyambutnya dan menghormat. Ratu Inhyeon benar2 gembira melihat Dong yi.



Dong yi : Jung Jong Mama!

Ratu Inhyeon : Cheon Sang Gung!



Keduanya sangat menantikan hari ini, keduanya tidak bisa mengatakan apa-apa, hanya saling menggenggam tangan dengan air mata bercucuran.



Ahn Sang gung meminta anak buahnya menyiapkan teh, karena baik Ratu maupun Cheon Sang gung tampaknya akan banyak bicara. Jung geum mengerti. Ahn Sang gung mengangguk pada Bong Sang gung dan Ae Jung. Di dalam, Ratu Inhyeon dan Dong yi makan bersama.



Ratu Inhyeon : Aku masih tidak berani percaya kalau ini nyata, Cheon Sang gung bahwa aku benar-benar kembali ke istana.

Dong Yi : Yang Mulia!

Ratu Inhyeon : Semua yang sudah kau lakukan untukku, aku tidak tahu bagaimana dan kapan dalam hidup ini akan bisa membalasnya.

Dong Yi : Jangan mengatakan itu Yang Mulia, orang yang ingin membuktikan kalau anda tidak bersalah bukan hanya saya saja.

Ratu Inhyeon : Tapi bagaimanapun tanpa dirimu, tidak mungkin akan seperti ini, iya kan?

Dong yi : Yang Mulia!



Ratu Inhyeon : Jadi mulai sekarang, adalah giliranku aku harus melangkah..apa kau tahu..aku akan menjagamu.

Dong yi : Yang Mulia!

Ratu Inhyeon : Ketika dalam pengasingan, aku selalu menyesali mengapa ketika aku masih menjadi Ratu aku tidak pernah bisa memiliki suara dalam politik atau dalam taktik atau melakukan apa saja untuk itu dan menyerahkan semuanya pada nasib dan takdir. Tapi Cheon Sang Gung, jangan mengikuti langkahku..lakukan apa yang harus kau lakukan dan apa yang diijinkan oleh statusmu..ini adalah dasar kekuatan yang bisa keberikan padamu.



Dong Yi : Apa dasar kekuatan itu, Yang Mulia?



Ratu Inhyeon : Ya, di istana ini, masih ada dasar kekuatan Hee Bin. Dan kekuatan itu membutuhkan dasar atau fondasi yang teguh untuk bisa menandingi kekuatan Hee Bin. Juga dasar kekuatan yang kau miliki dari dalam hatimu.



Dong Yi ada di kediamannya dan berpikir. Seo yong Gi datang dan berkata apa benar kalau Ratu Inhyeon menunjuk Dong yi sebagai penanggung jawab biro penyelidik internal. Dong yi heran, bagaimana Seo Yong Gi tahu. Seo Yong gi berkata Ratu Inhyeon sudah memanggilnya dan berkata Dong yi merasa ragu, itulah mengapa Ratu memanggilnya untuk membujuk Dong yi.



Seo Yong gi tanya apa yang membuat Dong Yi ragu, jika itu perintah Ratu, bukankah Dong Yi seharusnya mematuhinya.



Dong yi berkata meskipun demikian kalau mengambil tanggung jawab sebagai pengawas biro penyelidik, aku merasa tidak pantas melakukannya. Seo yong gi tanya apa Dong yi ragu karena masalah Geumgae? Bukankah aku sudah menasihati kalau anda harus melupakan masalah itu sampai ke liang kubur, apa anda sudah lupa?



Seo Yong Gi berkata kalau Dong Yi akan segera menjadi anggota keluarga Raja dan juga keputren, jadi mulai sekarang anda harus berpikir apa yang harus anda lakukan untuk menjadi yang terbaik dalam melaksanakan tanggung jawab di keputren dan bukannya pantas atau tidak. Jangan melupakan apa yang telah saya katakan.

Seo Yong Gi : Anda lebih dari pantas.



Seo Yong Gi : Tidak peduli siapa dan bagaimana anda akan mengikuti pendukung anda dan kepada siapa atau apa pendukung itu bisa melindungi dan apa yang anda inginkan pendukung itu melakukannya untuk anda. Pada siapa anda ingin memberi dukungan atau melawan, itu yang harus dipikirkan. (Maksudnya dukungan politik di dewan, seperti partai politik dan orang-orang yang setia.)



Seo Yong Gi berkata apa yang diperlukan Dong Yi untuk Sukjong dan negara ini, jadilah orang seperti itu.



Di biro penyelidik internal juga terjadi perubahan. Jeong Sang gung diangkat menjadi Jejo Sang Gung. Jeong Sang Gung kaget sekali. Semua Sang gung membenarkan, mulai sekarang Jeong Sang gung adalah pemimpin biro penyelidik. Jung im sangat senang. Jeong Sang gung bingung, apa yang terjadi bagaimana bisa mendadak menjadi pemimpin.



Dong yi datang dan berkata pengangkatan itu atas perintahnya. Dong yi membenarkan dengan segera, Jeong Sang gung sekarang adalah pemimpin biro penyelidik.



Jeong Sang gung membaca surat perintah yang mengumumkan pengangkatannya. Jeong Sang gung kemudian mengangkat anak buahnya juga. Jung Im dipromosikan menjadi Sang gung tingkat 5, semua diberi kenaikan sesuai dengan jasanya.



Dong yi terlihat banyak pikiran. Jeong Sang gung dan Jung Im menghadap dengan seragam baru mereka. Dong Yi minta agar Yoo Sang Gung, Shi Bi dan Eun geum dihadapkan padanya. Masalah mereka harus segera diselesaikan. Jeong Sang gung mengerti.



Yoo Sang gung terperangah mendengar kalau Dong yi sekarang adalah penanggung jawab biro penyelidik internal. Salah satu Sanggung membenarkan, itu perintah langsung dari Ratu Inhyeon, yang sudah menyerahkan semua pengambilan keputusan mengenai masalah biro penyelidik internal di tangan Dong Yi. Shi Bi dan Eun Geum ketakutan dan panik dengan nasib mereka. Mereka tidak mau mati. Keduanya mohon pada Yoo Sang Gung untuk mengatakan sesuatu, tapi Yoo Sang gung tampak pasrah.



Jung Im masuk ke penjara dan memanggil ketiganya keluar. Sekarang Dong Yi yang memeriksa Yoo Sang gung.



Dong Yi : Aku akan menyelesaikan masalah ini dan aku sudah datang untuk mengadili, dan sebelum pengadilan, apa ada yang ingin kau katakan padaku.

Yoo Sang gung diam saja.

Dong yi : Jika tidak ada, maka aku akan mulai menyelesaikannya.



Yoo Sang Gung : saya mengakui kejahatan saya dan ambil nyawa saya, tolong jangan mengarak saya di depan para Gungnyeo dan mati dengan perasaan malu.

Dong Yi, Jeong Sang gung dan Jung Im heran.



Yoo Sang gung : Sebagai seorang gungnyeo, ini adalah cara kematian yang menakutkan, saya tidak tahan mendapatkan kematian seperti itu, Nyonya.

Dong yi : Mengapa?

Yoo Sang gung : Ya, ini semua perbuatanku, saya yang pergi mencari dan masuk tanpa ijin ke kediaman Nyonya, untuk merusak reputasi anda, kami memalsukan bukti melawan anda. Saya mengerti tindakan ini akan membawa hukuman mati, tapi saya melakukan karena mematuhi perintah penguasa Nae Myeong Bu, prinsip utama Sang gung dari biro penyelidik internal adalah kami harus mematuhi dan menurut perintahnya. Saya hanya memberikan bantuan sebagai Jejo Sang gung dari biro penyelidik internal jadi saya mohon kecualikan saya dari kematian yang memalukan, Nyonya.



Dong yi menghela nafas : Sepertinya aku tidak bisa memberikan apa yang kau minta.

Yoo Sang gung terpana. Dong yi hanya melihat pada Yoo Sang Gung yang tampak ketakutan.



Shi Bi dan Eun Geum gemetaran. Jung Im mendekati mereka. Keduanya berlutut di depan Jung Im, tolong ampuni nyawa kami. Jung Im membantu keduanya berdiri dan minta anak buahnya memberikan bungkusan pada keduanya.



Shi Bi dan Eun geum membuka bungkusan itu dan heran, ternyata isinya adalah seragam biro penyelidik mereka. Eun geum heran apa ini berarti nyawa mereka diampuni? Jung im berkata ini keputusan yang dibuat atas perintah Cheon Sang Gung. Dong yi tidak akan mengungkit masalah ini lebih lagi dan mengijinkan mereka tetap di biro penyelidik. Shi Bi dan Eun geum sangat terharu dengan pengampunan Dong yi.



Yoo Sang gung juga terperangah mendengar keputusan Dong Yi. Dong Yi mengulang dan berkata kalau Yoo Sang Gung tetap bertugas di biro penyelidik internal. Yoo Sang Gung sangat terharu dan tidak tahu harus bagaimana. Dong Yi berkata tentu saja Yoo Sang Gung akan diturunkan pangkatnya lebih rendah dari tingkat ke-5 tapi Dong Yi berharap kalau Yoo Sang Gung sudah sehat maka Yoo Sang Gung bisa kembali melaksanakan tugasnya di biro penyelidik internal. Dong Yi lalu akan pergi. Yoo Sang Gung berseru.



Yoo Sang Gung : Mengapa? Mengapa kau tidak...



Dong Yi menoleh ke arah Yoo Sang Gung.



Dong Yi : Membunuhmu? Jika aku melakukan itu, maka tidak akan ada kesempatan kedua untukmu. Kau sudah bilang kalau kau mematuhi perintah Ratu sebagai kepala biro penyelidik internal. Aku harap kau bisa mengingat apa yang sudah kau katakan mengenai itu.



Dong Yi meninggalkan ruangan dengan anggun. Dia memang pantas berada di posisi itu. Yoo Sang Gung hanya bisa ternganga dengan pengampunan yang diterimanya dari Dong Yi.



Dong Yi kembali ke Bo Yeong Dang bersama Jeong Sang gung. Dong Yi tanya apa Jeong Sang Gung mau mengatakan sesuatu? Jeong Sang Gung tanya mengapa Dong Yi membuat keputusan seperti itu. Yoo Sang Gung tidak akan berubah karakternya meskipun Dong Yi memberikan pengampunan.



Dong Yi membenarkan itu, ada kemungkinan itu memamng. Jeong Sang Gung merasa khawatir karena keputusan ini mungkin bisa saja berbalik menyerang Dong yi lagi. Dong yi berkata meskipun demikian dia tidak menyesal membuat keputusan seperti itu hari ini.



Dong Yi : Aku hanya merasa berani, semua orang berhak mendapatkan kesempatan ke-2, sama seperti diriku, seseorang (Seo Yong Gi) sudah memberiku kesempatan ke-2 sebelumnya, jadi aku harus paling tidak memberikan pada orang lain kesempatan ke-2 juga. Aku akan menggunakan kekuasaanku untuk memberikan kesempatan ke-2 pada seseorang tapi mulai sekarang pilihan ada di tangan mereka.



Jeong Sang Gung mengangguk.



Sukjong mendengar keputusan Dong Yi dari kasim Han.



Sukjong : Jadi beginilah Cheon Sang Gung membuat keputusannya mengenai masalah itu.

Kasim Han : Benar Yang Mulia.

Sukjong : Ini pasti keputusan yang berat dan ada konsekuensi dan juga tanggung jawabnya.

Kasim Han : Dia selalu seperti ini...

Sukjong : Benar, itu benar..anak itu selalu adalah orang yang seperti itu.



Kasim Han : Sekarang istana mulai stabil dan damai, Yang Mulia. Yang Mulia Ratu sudah kembali ke istana. Yang Mulia anda pasti sedang bahagia.

Sukjong : Benar? apa benar?

Kasim Han : Sepertinya anda sudah menyingkirkan semua kekhawatiran anda tapi ada sesuatu yang luar biasa.

Sukjong : Sesuatu yang luar biasa

Kasim Han : Benar.

Sukjong : Apa itu?

Kasim Han : Ini adalah yang sangat anda nantikan untuk terjadi.

Sukjong : Sesuatu yang kunantikan...

Kasim Han : Kabar gembira tentang kehamilan Cheon Sang Gung.

Sukjong : Bagaimana kau bisa mengoceh seperti itu.

Kasim Han tersenyum, Sukjong kelihatan malu.



Sukjong : Ah! benar..aku seharusnya mem-pensiunkan kau dari tugasmu dan membuangmu ke suatu tempat, bagaimana kau bisa melihat Rajamu dan berpikir seperti itu.

Kasim Han : Maafkan saya, Yang Mulia.

Sukjong : Baik! aku seharusnya memindahkanmu ke suatu tempat yang jauh. Sukjong berdehem dehem

Sukjong : Lalu..ya karena kita sudah membicarakan ini..sebenarnya aku mendapat mimpi semalam.



Kasim Han : Apa? mimpi?

Sukjong membenarkan.

Kasim Han : Apakah itu bisa dikatakan mimpi tentang kelahiran Yang Mulia?

Sukjong : Benar..ini mimpi tentang kelahiran.

Kasim Han : Benar, Yang Mulia!

Sukjong : Aku melihat seekor naga terbang ke langit..ini kali pertama aku mimpi seperti itu, ini benar2 mimpi kelahiran (Naga terbang kelangit, aku terjemahkan sebagai keturunan Raja yang kembali ke surga. Kematian)

Kasim Han : Benar Yang Mulia, ini pasti mimpi kelahiran.

Sukjong : Benar!



Dong Yi sibuk dengan urusan administrasi Nae Myeong Bu bersama Jeong Sang Gung. Dong yi mendaftar semua perlengkapan yang digunakan Ratu Inhyeon saat beliau kembali ke istana. Semua sudah dicatat kata Jeong Sang Gung. Dong Yi minta Jeong Sang Gung meneruskan laporannya ke Sekretariat Yi Mun/ bagian pencatatan. Lalu Dong Yi tanya apa lagi yang harus dikerjakan.



Ae Jung lari dan memanggil Dong Yi. Tiba-tiba Sukjong masuk ke dalam kediaman Dong Yi. Dong Yi terkejut dengan kedatangan Sukjong. Dong Yi berdiri dan Sukjong duduk.



Sukjong : Aku hanya lewat disini (yang bener...), aku sedikit cemas dan juga ingin tahu, jadi aku harus tanya padamu..aku pikir kau harus pindah ke kediaman baru.

Dong Yi : Ya

Sukjong : Aku sudah dengar dari Ratu Inhyeon bahwa itu akan dilakukan setelah penobatanmu.

Dong Yi : Ya, Ratu Inhyeon sangat memperhatikan saya.

Sukjong : Ya, itu baik, apa akhir-akhir ini kau merasa tidak enak?

Dong Yi : Tidak enak?

Sukjong : Ya..mungkin seperti pusing atau sering mual atau hal-hal semacam ini.

Dong Yi berpikir : hmmm..tidak. Meskipun akhir-akhir ini saya sangat sibuk tapi saya baik-baik saja dan sehat.



Sukjong kelihatan kecewa. Benarkah?

Dong Yi : Ya, jika anda mencemaskan keadaan biro penyelidik internal. Yang Mulia jangan cemas, dibandingkan anda, saya selalu lebih sehat.

Sukjong : Tidak bukan itu yang kumaksud..apa kau tiba-tiba ingin sesuatu atau ingin makan sesuatu ? Misalnya sesuatu yang asam.

Dong Yi : Tidak, saya tidak suka makanan asam, Yang Mulia

Sukjong : Huh..



Dong Yi : Saya tidak pernah sekalipun ingin makanan asam.

Sukjong bergumam : Sun Seon/Kasim itu..aku harus memberinya pelajaran.

Dong Yi : Apa?

Sukjong : Bukan apa-apa.

Dong Yi : Tapi sebenarnya mengapa tiba-tiba membahas masalah ini?

sukjong : Bukan apa-apa..hanya ingin tahu apa kau sudah menyesuaikan diri dengan istana dan apa ada yang istimewa yang ingin kau makan?

Dong Yi : hmmm..ada..

sukjong langsung serius, Ya, Apa itu?



Dong Yi : Bukan hal yang istimewa, hanya itu tidak ada di istana.

Sukjong : Apa yang tidak ada di istana..cepat katakan padaku.

Dong Yi : Ada..tapi tidak perlu terlalu memikirkannya, Yang Mulia.

Sukjong : Oh! Sebagai penguasa, aku tidak bisa mendapatkan sesuatu yang ingin kau makan, lalu apa itu?

Dong Yi heran melihat keseriusan Sukjong, Yang Mulia?



Akhirnya keduanya keluar istana dengan mengenakan busana bangsawan biasa. Penampilan Dong Yi sudah seperti Nyonya bangsawan, dengan rambut digelung sebagai tanda sudah menikah.

Dong Yi : Yang Mulia apa anda tidak apa-apa dengan ini?

Sukjong : Ya aku tidak apa-apa.

Dong Yi : Yang Mulia, anda melakukan ini sendiri mungkin sedikit..

Sukjong : Oh! kita sudah keluar dari istana, jika mengenai Hwaminseo (Pusat kesejahteraan masyarakat, dimana pemerintah membagikan makanan untuk orang miskin dan gelandangan), ini adalah tempat yang harus kukunjungi dan kulihat. Bukankah tempat itu menyediakan pelayanan untuk masyarakat? Aku ingin melihat bagaimana jalannya.



Dong Yi cemas : Yang Mulia?

Sukjong : Tapi mengapa tiba-tiba ingin memakan bubur beras yang dibagikan oleh Hwaminseo?

Dong Yi : Saya juga tidak yakin..mungkin karena ketika saya sangat miskin, saya harus makan bubur itu. Saya pernah berkata sebelum saya masuk istana, saat itu saya pernah 3 hari tidak makan dan kemudian saya mendapatkan semangkuk bubur Hwaminseo.

Sukjong shock : Apa? apa katamu, 3 hari?



Dong Yi : Ya, itu biasa untuk orang yang hidup dalam kemiskinan, Yang Mulia. ketika saya tiba di Hwaminseo dan mendapatkan pembagian bubur, setelah 3 hari tanpa makanan, dan memegang itu di tangan saya, bubur dari negeri ini, saat itu saya merasakan betapa hangat dan enaknya bubur itu.

Sukjong benar-benar sedih mendengar kisah Dong yi yang tidak makan 3 hari, bagaimana kau bisa..3 hari bagaimana kau bisa?



Di Hwaminseo sedang ada pembagian bubur untuk rakyat miskin. Sepertinya niat Dong Yi adalah menunjukkan realita pada Sukjong. Mereka melihat antrian panjang rakyat yang menantikan bubur, semua orang kelaparan. Sukjong tidak percaya ini terjadi di negerinya.

Sukjong : Oh! antriannya panjang sekali.

Dong Yi : Mereka ada disini sejak fajar tapi kemudian banyak yang menunggu disini harus ditolak.

Sukjong : Mereka ditolak? mengapa?

Dong Yi : Selalu ada kekurangan pasokan makanan di Hwaminseo.



Sukjong : Tapi, aku sudah memerintahkan mengirim pasokan makanan/beras yang melimpah di Hwaminseo, bagaimana mungkin ada kekurangan? (Korupsi boss!)

Dong Yi : Yang Mulia?

Sukjong : Bagaimana bisa begini..apa yang salah? Sukjong benar2 tidak mengerti dan pergi untuk melihat.

Kasim Han panik : Yang Mulia!



Rakyat miskin menghirup bubur dengan cepat karena lapar. Seorang ibu memberi makan anak-anaknya yang kelaparan, Sukjong melihat semuanya itu dengan hati sedih dan terperanjat, ini adalah realita di negerinya.



Dong yi jadi mencemaskan Sukjong yang tampak terpana. Seorang pria tua dan pincang mendapat jatah buburnya lalu karena lemah, ia menjatuhkan bubur itu. Pria tua itu mengambil bubur yang sudah jatuh ke tanah. Sukjong kaget, bagaimana orang tua itu bisa makan bubur yang kotor itu.



Sukjong dan Dong yi segera saja menarik orang tua itu dan membantunya duduk. Sukjong memerintah Kasim Han untuk mengambil bubur lagi. Dong Yi menanyakan keadaan pria tua itu dan Sukjong tidak bisa percaya ini bisa terjadi.



Petugas menutup pembagian bubur dan berkata kalau pembagiannya sudah selesai dan minta mereka untuk datang lagi besok pagi. Semua rakyat yang kelaparan berkata dia juga ditolak kemarin, dan minta agar petugas membagi bubur lagi. Seorang ibu yang kelaparan berkata anak-anaknya belum makan selama 4 hari.



Petugas itu tidak mendengar permohonan mereka, lalu memerintah pengawal untuk mengusir rakyat yang kelaparan itu pergi dengan menggunakan kekuatan.



Sukjong tidak tahan dan memerintah mereka untuk berhenti. Aku perintahkan kalian untuk segera menghentikan ini!!



Petugas itu tidak kenal Sukjong : Siapa kau?



Kasim Han membentak: Kurang ajar! Tidak tahu aturan..Cepat patuhi perintah..orang ini adalah Chu Sang Chon Na!



Petugas dan semua rakyat miskin berlutut dan memohon pada Sukjong. Sukjong : bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa...



Sukjong jelas terlihat sangat marah. Petugas itu ketakutan setengah mati.



Sukjong duduk di kantor Hwaminseo dengan beberapa petugas.



Sukjong : Apa kau menganggap ini sebagai alasan? beberapa hari lalu stok beras sudah dikirim kesini, mengapa Hwaminseo hanya punya sejumlah ini untuk dibagikan?

Petugas Hwaminseo : Maafkan kami.

Sukjong : Permintaan maaf itu benar, tapi apa ini yang hanya bisa kau katakan sebagai petugas yang bertanggung jawab di Hwaminseo?

Petugas Hwaminseo : Yang Mulia?

Sukjong : Sekarang bawa petugas yang tidak melakukan kewajibannya untuk ditahan.

Do Seong Ji : Baik.

Sukjong : Juga..untuk membagikan beras pada mereka yang ada disini segera.

Do Seong Ji : Baik, Yang Mulia.



Sukjong melihat ke arah petugas yang tadi menutup antrian. Sebelum ada petugas baru, aku akan menugaskan ini padamu.

Petugas : Yang Mulia?



Sukjong : Sekarang pakai sisa beras untuk memasak bubur dan bagikan pada mereka yang kelaparan yang sudah menunggu di luar, lagi mulai sekarang, Hwaminseo tidak boleh menolak rakyat yang kelaparan, jika ini terjadi lagi, aku akan menggunakan nyawamu untuk mengganti tindakan tidak bertanggung-jawab ini. Apa kau sudah jelas?



Petugas : Baik, Yang Mulia, saya akan mematuhi perintah Anda.



Sukjong berdiri termangu di luar Hwaminseo, Dong Yi menunggunya diluar.

Dong Yi : Yang Mulia?

Sukjong : Aku benar-benar tidak tahu kalau situasinya akan seperti ini, aku hanya melihat dan membaca laporan petugas. Aku hanya membaca tentang rakyat miskin-ku dari laporan saja. Bagaimana aku bisa menyebut diriku sebagai Raja dan rakyat melihatku dengan pandangan menderita dan menyalahkan.



Dong yi : Mereka tidak akan melakukan itu, Yang Mulia..rakyat miskin tidak akan menyalahkan Anda, ini karena dulu saya juga seperti itu. setiap kali saya datang ke Hwaminseo untuk pembagian bubur, saya sangat bersyukur dari dasar hati yang terdalam pada penguasa yang tidak melupakan rakyat miskin di negeri ini.



Sukjong : Dong Yi?

Dong Yi : Jangan terlalu bersedih, Yang Mulia. Rakyat miskin akan memahami hati anda dan juga perhatian anda pada kesejahteraan mereka.



Sukjong : Terima kasih, Dong Yi kau sudah menggunakan cara ini untuk mengijinkanku mempelajari dan menyaksikan sendiri dan apa yang seharusnya kulakukan sebagai Raja, kesejahteraan siapa yang seharusnya kuutamakan.

Dong Yi : Yang Mulia?

Sukjong menggenggam tangan Dong Yi dengan rasa syukur, keduanya meninggalkan Hwaminseo.



Yeong Dal matanya sudah tinggal 5 watt hahaha..dia sibuk sekali menyiapkan penobatan Dong Yi. Hwang Ju Shik tanya apa Yeong Dal baik2 saja, kau ini seperti mayat hidup saja. Yeong Dal berkata, tidak apa, ia ingin melakukan yang terbaik demi Dong Yi, ia harus memberikan penampilan terbaiknya.



Hwang Ju Shik berkata iya, tapi jika kau tidak istirahat, maka jika saat Dong yi dilantik justru kau akan jelek mainnya. Ayo tidur! Hwang Ju Shik memerintah Yeong Dal. Yeong Dal menolaknya, ia masih harus latihan, tidak ada banyak waktu. pergi sana, jangan menggangguku. Tapi ketika Hwang Ju shik pergi, Yeong dal mulai ngantuk. Hwang Ju shik langsung memukul kepala Yeong Dal.



Ahn Sang Gung memberikan surat pengangkatan Dong Yi sebagai selir resmi. Ratu Inhyeon merasa sangat bahagia : Aku bisa menganugerahkan ini sendiri, ini benar-benar saat yang membahagiakan, Ahn Sang Gung.

Ahn Sang Gung : Yang Mulia!

Ratu Inhyeon : Benar..sekarang bagaimana perkembangan upacara penobatan Sukwon?



Dong Yi sedang mencoba busana barunya. Bong Sang gung berseru Oh langit! Yang Mulia, Tangyi anda dan juga anda terlihat sangat luar biasa.

Dong Yi tertawa. Apa kau pikir riasan wajahku tidak terlalu tebal?



Ae Jung mengeluh : Aigoo..anda seperti ini lagi..hari ini mulai sekarang, anda tidak perlu menggunakan bahasa seperti itu pada kami, kumohon sekali ini saja, Yang Mulia.

Dong yi : Ya..tidak aku akan melakukan ini.



Bong Sang Gung : Ya, kami mengerti itu sedikit kurang nyaman tapi Yang Mulia, sekarang anda adalah anggota keluarga Raja, seorang selir jadi sekarang anda adalah seorang yang terhormat dan seorang penguasa dari satu kediaman.



Tiba-tiba Dong Yi merasa mual. Ae Jung dan Bong Sang Gung cemas.

Ae Jung : Yang Mulia?

Dong Yi : Ada apa ini? lalu mual lagi

Bong Sang Gung bingung, Yang Mulia, ada apa? dimana sakitnya?

Dong Yi : Bukan apa-apa, hanya wangi parfum ini..dan ia mual lagi. Bong Sang Gung terbelalak, Yang Mulia, apa ini mungkin...



Sukjong sedang bersama Do Seong Ji di Daejeon. Kasim Han datang dengan terburu-buru, Yang Mulia?

Sukjong : Ya, bagaimana dengan Cheon Sang gung..apa sudah tiba di lokasi penobatan?

Kasim Han : Itu..upacara penobatan mungkin harus ditunda Yang Mulia.

Sukjong heran : Apa katamu..ditunda?

Kasim Han : Tabib istana dipanggil ke kediaman Yang Mulia.

Sukjong kaget, apa?



Tabib istana memeriksa nadi Dong yi. Ratu Inhyeon duduk disampingnya dan tanya apa hasilnya?

Tabib istana : Yang Mulia!



Ratu Inhyeon dan Dong yi terkejut mendengar penjelasan Tabib istana. Sukjong bergegas ke Bo Yeong Dang lalu ia melihat Ratu Inhyeon memberikan instruksi pada anak buah Dong Yi, Apa kau mengerti?

Bong Sang gung membungkuk, Ya, Yang Mulia.



Sukjong mendekati Ratu yang langsung memberi hormat, Yang Mulia.

Sukjong : Aku dengar kediaman ini memanggil Tabib istana, ada apa? Apa Cheon Sang Gung baik-baik saja?

Ratu Inhyeon : Tidak..dia tidak sehat Yang Mulia..dia tidak sehat.

Sukjong : Apa??



Ratu Inhyeon tersenyum : Yang Mulia..Selamat untuk anda!! Cheon Sang Gung sedang mengandung.

Sukjong : Apa katamu Ratu? hamil, katamu?

Ratu Inhyeon : Ya, Yang Mulia



Sukjong terpana. Semua yang ada di sekitar Raja sangat gembira apalagi Kasim Han (haha..)



Sukjong masuk ke Bo Yeong Dang. Dong Yi menyentuh perutnya dan merasa bahagia.

Sukjong : Dong Yi?

Dong Yi kaget : Yang Mulia! dan akan berdiri.



Sukjong langsung melarangnya, sudah duduk saja. Sukjong duduk di depan Dong Yi dan berkata itu mimpi kelahiran, benar-benar mimpi kelahiran. Dong Yi bingung apa?

Sukjong : Bukankah aku sudah tanya padamu..apa yang kau inginkan, apa yang ingin kau makan, apa kau merasa mual.

Dong Yi : Yang Mulia..jadi saat itu..

Sukjong : Ya, aku mendapat mimpi tentang anak ini. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, betapa bahagianya aku sebagai Raja. sekarang aku tahu apa rasanya merasakan selurh dunia.

Dong Yi : Yang Mulia..



Yeong Dal senang sekali ketika mendengar berita kehamilan Dong Yi dan ia mengayun Hwang Ju shik sampai Hwang Ju Shik pusing. Seo Yong Gi juga mendengar berita ini, kehamilan bersamaan dengan penobatan. Shim Yun Taek berkata ini kebahagiaan ganda.



Seo Yong Gi minta Cha Cheon Soo yang juga sangat senang pergi ke kediaman Dong Yi. Cha Cheon Soo mengunjungi Dong yi dan merasa senang sekali karena akan ada anak yang memanggilnya paman. Ia berkata sangat gembira dan ingin menangis.



Ratu Inhyeon jelas terlihat ikut senang, seperti Ratu Inhyeon sendiri yang mengandung. Aku sudah merasa sangat senang karena bisa menganugerahkan gelar padamu dengan tanganku sendiri, tapi sekarang kau mengandung..aku tidak akan pernah melupakan hari ini sepanjang hidupku.

Dong Yi : Yang Mulia!

Ratu Inhyeon : Terima kasih Cheon sang Gung..Bukan..sekarang Cheon Sukwon. Kau sudah melakukan jasa besar untuk keluarga Raja dan juga Baginda. Ayo, kita harus pergi, kita harus melangsungkan upacara penobatanmu.



Dong Yi menerima ijin masuk ke keputren sebagai Cheon Sukwon. Semua pejabat hadir dengan busana resmi. Dong yi masuk dengan jubah Sukwon. Jeong Sang Gung dan Jung Im memberi selamat dengan menyebut Yang Mulia Sukwon. Jeong Sang Gung berkata biro penyelidik internal akan mengawal Dong Yi ke upacara penobatan, semua bahagia dan terharu. Ratu Inhyeon sangat gembira. Dong Yi berjalan mendekati Ratu Inhyeon.



Dong Yi : Yang Mulia! Dong Yi berlutut di depan Ratu Inhyeon.



Ratu Inhyeon : Berikan surat ijinnya.

Ahn Sang Gung : Baik Yang Mulia, dan memberikan surat itu pada Sang Gung dari Daejeon untuk membacakan isinya.





Surat Perintah : Hari ini, tahun Gapsul bulan ke 4 hari ke 26 Cheon Dong Yi masuk ke keputren sebagai Sukwon



Ratu Inhyeon memberikan surat itu pada Dong Yi.

Ratu Inhyeon : Sukwon, kau harus memberikan dukunganmu pada Baginda dengan sepenuh hati dan menjadi teladan untuk Nae Myeong Bu.



Dong Yi : Saya akan melakukan yang terbaik di Nae Myeong Bu dan menerima perintah ini, Yang Mulia Ratu.



Semua yang hadir bersorak dan memberi selamat pada Dong yi.



Selamat Yang Mulia Sukwon !!! Dong Yi diangkat sebagai Sukwon Mama.





Bonus : Foto Keluarga Sukjong dan Dong Yi.





Aduh lucunya...


Pangeran Yeong Su dengan kedua orang tuanya.

No comments:

Post a Comment